IMF Setujui Reformasi Mengenai Hak Suara

Direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn menyatakan bahwa badan direktur eksekutif IMF sudah menyetujui reformasi terkait hak dalam voting di IMF.

“Reformasi sepenuhnya akan diadopsi oleh dewan pengurus,” kata pejabat IMF dalam sebuah konferensi pers di Washington.

Ditambahkan, pihaknya akan berkomitmen untuk mengalihkan sebagian besar kuota atau kekuatan voting dari negara-negara maju kepada negara-negara berkembang yang ekonominya cukup dinamis.

Dalam reformasi baru itu, lebih dari 6% suara akan bergeser ke tangan negara berkembang, dan Tiongkok akan menjadi anggota terbesar ketiga dalam organisasi internasional yang berbasis di Washington tersebut.

Strauss Kahn menilai keputusan ini sebagai langkah penting untuk keterwakilan dan legitimasi IMF di mata angota-anggotanya.

Dia mengakui bahwa reformasi IMF telah mengambil banyak energy dan waktu sejak tahun lalu. “Saya sangat senang masalah ini bisa diselesaikan,” katanya.

AS Masih Memegang Hak Veto

Sementara pejabat senior di kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari jumat mengatakan langkah perubahan kuota atau redistribusi kekuasaan ini sebagai langkah awal untuk reformasi IMF.

Dalam pertemuan G-20 di Soul, Korea Selatan, pada oktober lalu,  para menteri G20 setuju dengan pengalihan sekitar 6% suara di IMF kepada sejumlah negara berkembang yang tumbuh paling pesat.

Dalam pertemuan itu disuarakan untuk dialihkan kepada negara-negara baru yang belum terwakili, seperti Tiongkok, India dan Brazil.

Meski demikian, Amerika Serikat tetap akan memegang hak veto atas keputusan-keputusan penting.

Setiap keputusan penting memerlukan dukungan 85% suara, sedangkan Amerika Serikat sudah mengantongi 17% suara. Situasi ini akan tetap memberi keuntungan kepada negara imperialis ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut