Ketimpangan Kekayaan Global

Hanya 8,4% dari total 5 milyar orang dewasa di dunia memiliki  83.4% dari keseluruhan kekayaan rumah tangga (yakni aset properti dan finasial, seperti saham dan uang tunai di bank). Sekitar 393 juta orang yang punya kekayaan bersih (yakni kekayaan setelah semua utang dihitung) lebih dari 100.000 USD, yang berarti 10% orang memiliki 86% dari keseluruhan kekayaan rumah tangga.

Tapi angka 100.000 USD tidak terlihat banyak, jika kau memiliki sebuah rumah di negara anggota G-7 tanpa hipotik. Sehingga jutaan orang di AS dan Inggris berada di peringkat 10% teratas pemilik kekayaan global. Ini sekaligus menunjukkan  bahwa kurang dari dua pertiga orang dewasa di dunia memiliki di bawah 10.000$ kekayaan bersih dan miliaran tidak punya sama sekali.

1

Ini bukan pendapatan tahunan tetapi hanya kekayaan. Dengan kata lain, 3,2 milyar orang dewasa di dunia tidak punya sama sekali. Di ujung spektrum yang lain, hanya 32 juta orang memiliki kekayaan 98 triliun USD atau lebih dari 41% dari keseluruhan kekayaan rumah tangga atau lebih dari 1 juta USD per-orang. Dan hanya 98,700 orang dengan kekayaan bersih “ultra-tinggi” masing-masing punya kekayaan lebih dari 55 juta USD. Dan ada 33,900 diantara mereka yang punya kekayaan masing-masing lebih dari 100 juta. Setengah dari manusia super-kaya ini tinggal di AS.

2

Semua angka di atas merupakan laporan terbaru tentang kekayaan global yang diterbitkan oleh Credit Suisse Bank dan ditulis oleh Profesor Anthony Shorrocks dan Jim Davies (Baca laporannya di sini). Professor itu juga menemukan bahwa kekayaan global telah mencapai puncak tertinggi sepanjang masa sebesar 241 triliun USD atau naik 4,9% dari tahun lalu, dengan catatan bahwa peningkatan terbanyak terjadi di AS. Kekayaan rata-rata mencapai puncak baru sebesar 51.600 USD per orang dewasa, tetapi distribusi kekayaan ini sangat tidak merata.

Tidak ada yang baru dari laporan ini karena hal yang serupa sudah dituliskan oleh Tony Shorrocks dalam laporan PBB di tahun 2010 (Lihat postingan saya sebelumnya di sini) yang juga menemukan ketimpangan kekayaan yang serupa. Branko Milanovic, seorang ekonom peneliti di Bank Dunia, juga sudah memperlihatkan gambaran serupa di berbagai studi Bank Dunia. Tetapi apa yang menarik dari temuan Profesor Shorrocks temukan adalah bahwa sedikit atau tidak adanya mobilitas sosial antara kaya dan miskin dari berbagai generasi–hampir 87% orang tetap menempati posisinya sebagai orang kaya atau miskin, hampir tidak bergerak naik-turun dari piramida kekayaan.

Ketimpangan ini tercermin di masing-masing negara (lihat distribusi kekayaan di Inggris). Di Inggris, agregat total kekayaan (termasuk kekayaan pensiun swasta, tapi tidak termasuk kekayaan pensiun negara) dari semua rumah tangga di Inggris adalah  £ 10,3 triliun. Dan 10% keluar terkaya ternyata 4.4 kali lebih kaya dari 50% rumah tangga. 20% orang terkaya memiliki 62% dari total kekayaan agregat rumah tangga.

Selain itu, berdasarkan laporan Credit Suisse, “American Dream” atau ide Inggris “rags to riches” adalah mitos. Dua pertiga orang dewasa di AS berada dalam kekayaan desil (Cat: desil adalah nilai yang menandai batas interval dr sebaran frekuensi yg berderet dl sepuluh bagian sebaran yang sama; KBBI) yang sama seperti orang tua mereka. Bahkan secara global, sementara beberapa orang merangkak dari miskin menjadi kaya, lebih banyak yang seumur hidupnya tetap berada dalam lingkungan kekayaan yang sama untuk orang seusianya. Membagi penduduk dalam kuintil (Cat: kuintil adalah nilai yg menandai batas interval dari sebaran frekuensi yg berderet dl lima bagian sebaran yg sama; KBBI) kekayaan, sekitar setengah dari penduduk tetap dalam kuintil yang sama setelah sepuluh tahun dan, kami memperkirakan, setidaknya sepertiga yang tetap dalam kuintil yang sama selama 30 tahun.

Kekayaan global diperkirakan akan meningkat sebesar 40% dalam lima tahun kedepan, atau mencapai 334 triliun USD pada tahun 2018. Pasar negara berkembang akan berkontribusi sekitar 29% dari pertumbuhan ini, dimana China menyumbang 50% dari kekayaan ekonomi baru ini. Kekayaan ini terutama didorong oleh pertumbuhan segmen menengah, tetapi jumlah milyuner juga akan tumbuh nyata dalam lima tahun kedepan.

Semua klas masyarakat telah menghasilkan ketimpangan esktrim dalam pendapatan dan kekayaan. Bahwa titik tola dari elit kaya (apakah tuan tanah feodal, raja perang Asiatic, kasta agamawan dalam masyarakat Inca dan Mesir, pemilik budak Romawi, dll) adalah merebut kendali atas surplus yang dihasilkan oleh tenaga kerja. Tetapi masyarakat klas di masa lalu menganggap hal itu normal dan ‘terberikan’ oleh Tuhan. Kapitalisme di sisi lain berbicara tentang pasar bebas, pertukaran yang setara, dan kesetaraan dalam mendapatkan kesempatan. Tetapi kenyataannya tidak berbeda jauh dari masyarakat berkelas sebelumnya.

Michael Roberts, pengelola blog http://thenextrecession.wordpress.com/

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut