Kejari Sukabumi Dituntut Mundur

Ratusan demonstran yang berpartisipasi dalam peringatan Hari Anti-korupsi di Sukabumi, Jawa Barat, mendesak agar Kepala Kejaksaan Negeri Sukabumi segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Pernyataan ini terlontar setelah ratusan demonstran ini merasa diabaikan tuntutannya oleh pihak Kepala Kejari, yang memilih mengikuti acara penanaman pohon ketimbang merespon demonstrasi anti-korupsi.

Para aktivis, yang mengatas-namakan dirinya Forum Aktivis Sukabumi untuk Rakyat, berusaha mengejar tanggung jawab Kejari terkait berbagai dugaan korupsi di daerah ini, salah satunya, kasus pagar-gate DPRD senilai Rp2,9 milyar.

Sebelum menggelar aksinya di Kantor Kejaksaan Negeri, ratusan massa ini terlebih dahulu melancarkan aksinya di kantor Balaikota Sukabumi. Di sini, demonstran banyak menyampaikan kritik terkait praktik korupsi yang menghambat kinerja birokrasi pemerintahan Sukabumi.

Salah seorang orator, Selpi Setyadi, yang juga merupakan Ketua BEM UMMI, menegaskan bahwa korupsi adalah kejahatan kerah putih (white collar crime) dengan modus operandi yang selalu berbeda-beda, dan acapkali sulit dibuktikan secara prosedural.

Selpi juga menggarisbawahi soal stagnasi pembangunan ekonomi dan lemahnya kapasitas birokrasi akibat praktik korupsi.

Sasaran demonstrasi selanjutnya adalah Kantor Dinas Pendidikan Sukabumi, yang sedang menjadi “buah bibir” akibat dugaan penyelewengan dalam proyek DAK dinas Pendidikan beberapa saat yang lalu.

Demonstran menuding adanya konspirasi atau persekongkolan jahat antara dinas pendidikan dengan pihak pengusaha. Sebagai simbol protes atas persoalan ini, massa melemparkan uang koin di depan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman.

Isu lain yang diangkat gerakan mahasiswa ini, antara lain, pengadaan Alat kesehatan RS Sekarwangi, anggaran Jamkesmas, dan soal dana alokasi bagi hasil SDA pertambangan Panas Bumi TA 2006-2009 di Kab Sukabumi. Yang mana dana tersebut sebesar Rp.97.978.549.825, sedangkan yang direalisasikan hanya 82.410.755.050,9 berarti sisa anggaran tersebut senilai Rp.15.567.794.775. sisa Dana tersebut tidak dijelaskan peruntukannya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut