Ke Kendari, Wapres Budiono Disambut Aksi Massa

KENDARI (BO)– Ribuan rakyat di Kendari, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi massa menolak kunjungan Wakil Presiden Budiono di daerahnya, Rabu, 12 Oktober 2011.

Massa demonstran, yang sebagian besar adalah mahasiswa, memulai aksinya di depan kampus Universtias Haluoleo. Mereka menggabungkan diri dalam sebuah aliansi bernama Front Rakyat Sultra Bersatu (FORSBUB).

FORSUB menganggap SBY-Budiono sebagai agen neoliberal di Indonesia. “SBY-Budiono telah gagal mensejahterakan rakyat Indonesia. Mereka harus segera turun dari jabatannya,” ujar massa demonstran.

Menjelang siang hari, sekitar pukul 11.30 WITA, massa mulai mendekati loksasi tempat Wapres Budiono sedang menggelar acara, yaitu palataran X-MTQ Kendari. Massa pun berhadapan-hadapan dengan barikade aparat kepolisian tepat di atas jembatan penghubung antara kampus baru dan Wua-Wua.

Situasi sedikit memanas tatkala massa demonstran berusaha menerobos barikade berlapis pasukan kepolisian. Namun, karena jumlah massa yang tidak berimbang, massa mahasiswa pun terdesak ke belakang.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi mulai mereda setelah pimpinan aksi meminta aksi untuk mundur. Tetapi seorang mahasiswa dari fakultas teknik Unhalu dikabarkan mengalami luka akibat dipukul anggota Polisi.

Menurut Rusdianto, aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), penyebab utama kegagalan SBY-Budiono adalah karena mereka mengikuti haluan ekonomi neoliberalisme dan meninggalkan pasal 33 UUD 1945.

Lebih lanjut, Rusdianto juga menyoroti keterlibatan Budiono dalam skandal Bank Century yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun. “Kasus Bank Century tidak pernah dituntaskan oleh pemerintah. Padahal ada indikasi kuat keterlibatan Budiono dan Sri Mulyani,” ujarnya.

Sementara itu, kunjungan Wapres Budiono ke Kendari bermaksud untuk menghadiri dan membuka acara pameran Teknologi Tepat Guna Nasional ke-13.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut