Peresmian Pasar Kendari Diwarnai Aksi Protes

Peresmian pasar sentral kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Kamis (22/5/2014), diwarnai aksi protes.

Aksi massa tersebut digelar oleh ratusan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33 UUD 1945). Mereka menuntut agar para pedagang diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya di dalam acara peresmian pasar tersebut.

Para pedagang menilai, peresmian pasar baru itu sangat terburu-buru dan mengabaikan hak-hak pedagang. “Masih banyak permasalahan terkait pengelolaan pasar itu yang belum selesai,” kata koordinator aksi, Sadang Nur.

Sadang menilai, pemkot Kendari tidak demokratis dalam pengaturan tempat dan alokasi kios. Pasalnya, hanya orang-orang yang berduit yang bisa mengakses tempat strategis.

“Para pedagang disuruh membayar Rp 5 juta per meter dan ini sangat mahal. Manajemen pengelolaan loads juga buruk,” ujar Sadang.

Dalam aksinya, para pedagang menuntut agar mereka dilibatkan dalam acara peresmian dan diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya.

Namun, upaya para pedagang itu dihalang-halangi oleh aparat kepolisian dan Satpol PP. Tak mau menyerah, massa aksi pun berusaha menerobos barekade aparat keamanan.

Bentrokan pun tak terhindarkan. Polisi dan Satpol PP menyerang massa aksi. Tak hanya itu, polisi juga menggunakan water canon untuk memukul mundur massa aksi.

Akibat bentrokan itu adalah dua orang massa aksi mengalami luka-luka dan sejumlah lainnya memar. Selain itu, mobil komando aksi yang mengangkut soundsystem juga dirusak oleh Satpol PP.

Para pedagang menyesalkan tindakan kekerasan aparat keamanan. Menurut mereka, tujuan aksi mereka sebetulnya adalah menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kami hanya mau mengikuti acara peresmian pasar dan sekaligus menyampaikan aspirasi ke pak Menteri,” kata Sadang.

Peresmian Pasar Sentral Kota Kendari dilakukan Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Syarif Hasan, didampingi Gubernur Sultra Nur Alam dan Wali Kota Kendari Ir Asrun.

Pasar berlantai tiga berdiri di atas lahan 1,2 hektar dan bisa menampung sekitar 2.000 pedagang. Pembangunan pasar tersebut mencapai Rp 120 miliar lebih yang dianggarkan selama 3 tahun dari APBD Kota Kendari.

Wiwin Irawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut