Karol Cariola, Dari Aktivis Mahasiswa Menjadi Anggota Parlemen

Karol Cariola, 26 tahun, mewakili tokoh simbolik generasi baru pemimpin gerakan mahasiswa yang berhasil menempatkan isu pendidikan di pusat politik nasional dan menghubungkan protes massa ke Kongres.

Bersama kawan seperjuangannya, Camila Vallejo, ia menjadi wajah baru dari revitalisasi Partai Komunis yang, setelah masuk dalam koalisi Nueva Mayoría bersama kandidatnya Michelle Bachelet, berhasil melipatkan gandakan perwakilannya di parlemen; dari tiga wakil menjadi enam wakil.

Sebagai Sekretaris Jenderal Liga Komunis Muda (JJCC) dan bekas Presiden Federasi Mahasiswa Universidad de Concepción (FEC), Cariola dan Vallejo memainkan peranan kunci di puncak gerakan mahasiswa tahun 2011 lalu, saat ratusan ribu mahasiswa dan pelajar secara reguler turun ke jalan di seluruh negeri untuk menuntut reformasi radikal di sistem pendidikan, termasuk pendidikan gratis untuk semua.

Dua aktivis mahasiswa lainnya yang juga berhasil masuk ke Kongres adalah Giorgio Jackson dan Gabriel Borat, yang mana keduanya berhasil menang di distrik mereka dengan gerakan politik yang baru dibentuk. Mereka berempat diharapkan bisa memainkan peranan penting dalam meloloskan proposal Bachelet untuk membuat pendidikan tinggi gratis selama 6 tahun.

Cariola berbicara dengan Santiago Times (ST) mengenai transisi dari jalanan ke parlemen, dan masa depan gerakan mahasiswa dan Partai Komunis (PC).

ST: Apa yang paling menyebabkan kenaikan kursi PC di Kongres? Apakah gerakan mahasiswa atau karena bergabung dengan Nueva Mayoría?

Cariola: Aku tidak akan memisahkan yang satu dari yang lain. PC punya sejarah yang panjang, dan hingga 1973 punya perwakilan sangat signifikan di parlemen: di tahun kediktatoran kami punya 25 perwakilan komunis. Perolehan PC di kongres hari ini mewakili pemulihan dukungan rakyat terhadap kami, yang sebelumnya dirampok kediktatoran. Saya kira alasan PC meraih kembali posisi di parlemen karena bertahun-tahun bekerja bekerja untuk memulihkan demokrasi selama kediktatoran (1973-1990).

Setelah berhasil membantu mengembalikan demokrasi, PC memainkan peran sangat penting dalam organisasi gerakan sosial, seperti mahasiswa, klas pekerja atau serikat buruh. Rakyat mengakui hal ini, dan mengakui keberanian dan komitmen kami dalam perjuangan sejak PC dilahirkan.

Perwakilan kami di parlemen—yang naik dua kali lipat dibanding pemilu 2010 dalam jumlah perwakilan—adalah hasil dari pengakuan ini dan fakta bahwa kami mampu membangun koalisi berbagai kekuatan yang memungkinkan kami meningkatkan perwakilan parlemen kami. Kami ingin menghancurkan sistem Binomial, yang dibuat dan dirancang untuk memaksa kami tetap di luar.

ST: Bachelet berjanji untuk menggratiskan pendidikan. Bagaimana dia akan membiayai reformasi ini?

Program Nueva Mayoría, yang dipimpin oleh Michelle Bachelet, akan menggabungkan sejumlah tuntutan gerakan sosial yang ditaruh di atas meja. Salah satu yang paling penting di sini adalah tuntutan sistem pendidikan publik berkualitas tinggi dan gratis. Seperti yang kami katakan, untuk mendanai ini kami butuh reformasi pajak. Idenya adalah mereka yang lebih kaya harus membayar pajak lebih banyak. Reformasi pajak ini akan memberi kami sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan reformasi pendidikan.

Reformasi pajak itu bertekad mengumpulkan 8 milyar dollar AS dalam empat tahun, yang membuat kita bisa membiayai pendidikan gratis di semua jenjang, tetapi juga mendanai reformasi sosial, seperti kesehatan dan pensiun.

Karena itu, reformasi pajak yang diusulkan oleh Bachelet adalah reformasi pajak lanjutan yang bermaksud memperbaiki sistem pajak regresif saat ini, sehingga yang mereka yang lebih kaya bisa membayar pajak lebih banyak, sedangkan yang miskin lebih sedikit. Kami juga ingin mencari mekanisme tertentu untuk mengatasi besarnya kesenjangan yang menggangu rakyat sekarang ini.

ST: Program Bachelet menyebutkan bahwa ia berencana menurunkan tingkat maksimum dari pajak perseorangan dari 40 ke 35%. Apakah kau setuju dengan hal itu?

Tidak, apa yang dia (Bachelet) ingin naikkan adalah pajak untuk sektor bisnis.

ST: Tapi dia juga akan menurunkan pajak perseorangan?

Ya, ini adalah apa yang sudah disarankan. Pada akhirnya, ini ada hubungannya dengan sesuatu yang sama, dengan menemukan mekanisme untuk mendorong kesetaraan dan keadilan dalam distribusi sumber daya.

Hari ini, Chili merupakan negara dengan tingkat ketimpangan tertinggi. Sebagai contoh, terkait distribusi sumber daya, sektor bisnis swasta nyaris tidak membayar pajak, sedangkan rakyat membayar banyak pajak. Hari ini apa yang kita butuhkan adalah membalik kecenderungan ini, yang berarti menaikkan pajak bagi sektor bisnis—juga mereka yang punya lebih banyak sumber daya—sembari menurunkan pajak untuk rakyat yang lebih miskin.

ST: Menurut anda, seperti apa penurunan level pajak maksimum perseorangan menciptaka ketimpangan ini?

Karena Chili adalah negara yang punya pajak sangat tinggi. Aku beri anda satu contoh: pajak buku. Chili adalah negara dengan pajak buku tertinggi di dunia. Karena itu, akses terhadap pengetahuan dan bacaan sangat terbatas. Seperti saya katakan sebelumnya, peningkatan ketimpangan terjadi karena mereka yang punya lebih sedikit sumber daya, seperti buruh dengan sedikit uang, harus membayar pajak pada semua hal: misalnya, makanan dan transportasi. Oleh karena itu, hari ini kami menyarankan pengaturan pajak, dengan meningkatkan tingkat pajak kepada mereka yang punya sumber daya berlebih dan meningkatkan pajak pendapatan sebagai jalan menciptakan kesetaraan dan redistribusi sumber daya yang lebih baik.

ST: Apa perbedaan dan persamaan antara menjadi Perwakilan/DPR dengan pemimpin mahasiswa?

Keduanya berbeda karena ketika menjadi pemimpin mahasiswa atau Presiden Federas Mahasiswa anda berada di pinggiran institusi/kelembagaan. Hari ini, sebagai anggota DPR, kami bertindak dari dalam kongres. Tapi saya tetap menentang ide mengenai kepemimpinan kelembagaan/institusional. Satu alasannya: kami bekerja sebagai DPR untuk menemukan jalan merombak institusi ini dari dalam.

Di sisi lain, baik sebagai pemimpin mahasiswa maupun anggota DPR, kami melihat diri kami sebagai perwakilan basis massa kami yang memilih kami, yang merupakan suatu hal yang tidak bisa dilupakan. Sayangnya, di negeri kami untuk waktu yang lama, pejabat terpilih seringkali lupa dengan rakyat yang diwakilinya. Kami tidak ingin hal itu terjadi. Kami akan bekerja supaya hal itu tidak terjadi kembali. Sebagai anggota DPR, juga sebagai pemimpin mahasiswa, anda harus menghormati kepercayaan yang diberikan oleh mereka yang memilih anda dalam posisi perwakilan.

ST: Ketika anda mulai menjadi bagian dari gerakan mahasiswa, pernahkah terpikir bahwa suatu hari nanti anda menjadi bagian pemerintahan sebagai pejabat terpilih?

Jujur, tidak. Saya pikir ini adalah hal yang terjadi di perjalanan. Saya tidak berpikir bahwa jalan yang kami ambil akan menjadi alat kami dan berakhir dengan menggunakannya dalam perjuangan kami. Kami melihat banyak pintu tertutup untuk kami, sehingga banyak kesempatan untuk mengekspresikan pendapat kami diambil hari ini ketika kami memutuskan untuk bekerja dari dalam dan memulai perombakan seperti apa yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Kami berada di ruang dimana perombakan bisa tercipta di tempat pembuat kebijakan—dari stadion ke lapangan.

ST: Apakah ada kejadian yang mempengaruhi anda mengambil keputusan untuk maju sebagai Calon DPR atau ini murni lahir dari proses?

Ini ada proses yang membuat saya memutuskan diri sebagai kandidat, bukan sebagai individu, melainkan perwakilan Liga Komunis Muda Chili (JJCC)—yang mana aku Sekjend-nya. Dalam pertemuan Komite Sentral JJCC, kami memutuskan memajukan tiga kandidat, tetapi kemudian tinggal dua: Camila Vallejo dan aku.

Jadi, ini adalah proses. Ini adalah bagian dari proses kami menciptakan sebuah negara berbeda dalam momen bersejarah. Sebuah momen yang penuh tantangan, yang mana kaum muda menanggapinya dengan penuh harapan. Harapan untuk meremajakan politik dan membuat perubahan perubahan struktural.

Saya selalu mengatakan bahwa kaum muda punya kesempatan penting untuk mendukung negara kami. Hari ini, terutama, kami punya kekuatan dan energi yang diperlukan untuk memajukan perombakan struktural melebihi apa yang orang-orang pemberani lakukan 20-an tahun lakukan, sejak demokrasi dikembalikan.

ST: Banyak pendukung PC yang mengeritik posisi partai yang memutuskan bergabung di dalam Nueva Mayoría, terutama karena koalisi ini memasukkan Kristen Demokrat (CD) yang banyak anggotanya mendukung kudeta militer, apa yang anda katakan kepada mereka?

Saya mengatakan bahwa kita berada di tahap baru negara kita, bahwa kita hidup dalam abad yang berbeda. Kami butuh tahu bagaimana merangkul ini dengan segala dimensinya. Negara kami tidak untuk dijual seberapapun. Berarti setiap perubahan harus kami manfaatkan serius. Kami percaya bahwa, untuk mendorong maju perubahan yang sudah 100 tahun diperjuangkan oleh PC, perlu untuk mengkonvergensi ide sosial dan politik kami untuk bergerak maju dengan transformasi ini.

PC sendirian tidak akan mampu mendorong maju perubahan itu. Tetapi bertahun-tahun kami menampilkan keyakinan perjuangan kami. Sehingga kami tidak perlu pembuktian lagi kepada siapapun. Hari ini kami berada dalam posisi politik berbeda, yang harus dilakukan dengan menciptakan konvergensi, dengan mayoritas luas dan lebar. Untuk alasan ini, kami bersedia bekerja dengan partai seperti Kristen Demokrat, untuk kesejahteraan mayoritas rakyat kami.

Hari ini kita tidak bisa tetap tinggal dalam horor ataupun kebanggaan dari peristiwa masa lalu, tetapi bukan berarti menghilangkannya dalam ingatan kami. Kami menghargai ingatan rakyat kami, kami menghargai ingatan negara kami, dan kami akan terus bekerja dan berjuang untuk membela HAM dan keadilan di Chili. Kami akan terus mendorong untuk [adanya pengungkapan] kebenaran dan keadilan. Namun, ini tidak berarti kami tidak bisa melihat ke arah masa depan dengan semua kekuatan yang mau mengesampingkan perbedaan. Hari ini, Kristen Demokrat dan Partai Komunis punya perbedaan ideologi dan kebijakan. Tetapi kami menempatkan tujuan kami yang sama di atas perbedaan kami karena rakyat kami tidak bisa hidup dalam 20 tahun lagi dalam transisi demokrasi. Kami butuh perubahan struktural dan mendasar hari ini, bukan besok.

ST: Banyak pemimpin baru gerakan mahasiswa sangat kritis terhadap Nueva Mayoría. Bagaimana anda bekerja dengan mereka dan gerakan secara umum?

Saya pikir penting bahwa banyak bekas pemimpin gerakan sosial, tidak hanya gerakan mahasiswa, sekarang duduk di Kongres. Saya pikir ini membuka perspektif baru, kemungkinan-kemungkinan baru untuk meningkatkan komunikasi antara Kongres, DPR, dan pemimpin terpilih dalam gerakan sosial. Transformasi yang kami bicarakan tidak mungkin didorong maju tanpa peran aktif gerakan sosial memanifestasikan dirinya di jalanan. Untuk ini, tujuan kami adalah adanya keterkaitan antara pekerja dan rakyat setiap hari, atas nama mereka atau dengan siapapun kami telah bekerja untuk saat ini. Semua basis sosial kami, yang juga gerakan sosial, mahasiswa, politisi, serikat buruh, dan gerakan teritorial. Dengan semua orang kami akan terus bekerja.

Jika ada kritik dari banyak sektor politik, itu karena mereka punya perspektif berbeda tentang bagaimana kita bergerak maju. Dalam persepektif mereka, perubahan ini akan muncul 20 tahun lagi, sedangkan kami percaya bahwa rakyat tidak bisa menunggu lagi. Perubahan harus terjadi sekarang. Ini adalah untuk Chili hari ini, bukan untuk Chili besok. Pelajar menderita akibat diskriminasi setiap hari. Pekerja menderita setiap hari untuk mendapatkan hak paling mendasar mereka. Penduduk kami terus berhadapan dengan kebijakan kesehatan yang benar-benar tidak memadai. Dengan demikian, mendesak untuk melakukan transformasi mendalam dalam kebijakan publik. Hal mendesak ini yang aku soroti, meskipun ada orang lain yang menginginkan proyek berbeda dengan kerangka waktu yang berbeda.

ST: Apakah PC akan bekerjasama dengan Partai Komunis di negara-negara lain?

Ya.

ST: Dengan partai komunis mana yang paling banyak kerjasama?

Kami punya hubungan dan relasi dengan berbagai negara komunis di seluruh dunia. Tetapi kami juga punya hubungan dengan partai demokratis di Amerika Latin. Jadi, kami tidak hanya berhubungan dengan partai komunis. Kami memelihara hubungan dengan berbagai partai komunis di berbagai belahan dunia, beberapa dengan hubungan yang sangat dekat, dan lainnya dengan hubungan yang berjarak. Dengan yang banyak kami punya kesamaan strategi dan taktik, dan dengan lainnya kami punya banyak perbedaan.

Tapi secara umum kami mencoba menjaga hubungan dengan partai komunis di Amerika Latin dan seluruh dunia demi kesejahteraan sosial, dan pada akhirnya, untuk kesejahteraan umat manusia. Ini adalah satu hal yang kami defenisikan sebagai ajaran dasar perjuangan kami.

ST: Apakah ada anggota PC yang sangat anda kagumi?

Aku pengagum berat Gladys Marín. Dia tidak lagi bersama kami [sudah meninggal tahun 2005]. Tetapi dia adalah salah satu perempuan terpenting dalam sejarah Chili, atau setidaknya dalam sejarah kontemporer Chili. Dia adalah perempuan pertama yang mencalonkan diri sebagai Presiden. Dia adalah Presiden pertama Partai kami. Dia adalah perempuan yang selalu menunjukkan konsisten, yang selalu punya keyakinan kuat, yang selalu bersama kaum pekerja, dari yang paling dianiaya dan dihakimi. Hari ini, dalam momen bersejarah ini, aku melihat kembali peran Gladys Marín, sebagai perempuan, sebagai politisi, sebagai Sekjend Liga Komunis Muda, sebagai anggota DPR Republik, sebagai kandidat Presiden, dan sebagai Presiden Partai Komunis.

ST: apa yang anda pikirkan mengenai masa depan PC di Chili?

Aku harap PC berperan aktif dalam transformas sosial ini. Melalui peningkatan signifikan kami di perwakilan parlemen, kami akan aktif mengembangkan program pemerintahan Nueva Mayoría. Kami harap keterwakilan kami di parlemen—yang masih belum mengcukupi—dapat terus tumbuh dan peran kami sebagai partai juga terus berkembang, bukan hanya dari perspektif nasional, tetapi juga perspektif gerakan sosial.

Oleh Clémence Douchez-Lortet ([email protected]) and Katie Steefel ([email protected]) Copyright 2013 — The Santiago Times

Penulis: Katie Steefel dari Colorado, AS. Dia belajar politik internasional dan studi Amerika Latin di Georgetown University.

Penerjemah: Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut