Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Mari Memaknai Hari Kemenangan!

Besok pagi, 10 September 2010, atau 1 syawal 1431 dalam penanggalan Islam, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri, tidak terkecuali umat Islam di Indonesia. Idul Fitri disebut juga sebagai hari kemenangan, yaitu satu hari dimana umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh bertempur melawan hawa nafsu dan godaan berbuat dosa.

Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, tentu tidak bisa dipisahkan dari hari kemenangan ini. Karenanya, kemenangan ini tidak bisa dimaknai sebagai kemenangan individu saja, tetapi juga harus dimaknai dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita patut berbangga, bahwa selama sebulan penuh umat Islam menjalankan ibadah puasa, bangsa Indonesia sanggup menjaga toleransi antar-umat beragama. Kalaupun ada insiden-insiden kecil, tetapi hal itu tidak mengganggu keakraban dan toleransi umat beragama di Indonesia.

Namun, patut disayangkan pula, bahwa bulan ramadhan sempat terganggu oleh beberapa peristiwa politik dan sosial yang tidak baik, antara lain, kerusuhan yang berujung kematian rakyat Indonesia di Kabupaten Buol, remisi terhada koruptor, suasana hati yang panas terkait lemahnya sikap pemerintah terhadap Malaysia, Nafsu DPR membangun gedung mewah di tengah kemiskinan, dan kritik-otokritik yang berujung pada penekanan terhadap si-pengeritik.

Kita selanjutnya berharap, bahwa inti-sari ibadah puasa bisa diserap atau mencerahkan pemimpin bangsa ini. Dengan turut merasakan “kelaparan” di bulan ramadhan, pemimpin bangsa diharapkan lebih sensitif dengan persoalan-persoalan yang dapat menyebabkan kelaparan bagi rakyat, seperti kemiskinan, pengangguran, kenaikan harga, dan lain sebagainya.

Dan, apa yang paling penting saat ini, adalah, bahwa pemimpin bangsa harus bisa “puasa” dari perbuatan korupsi. Apalagi, korupsi bukan perkara yang merugikan satu –dua orang saja, tetapi suatu perkara yang merugikan seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 230 juta orang.

Selain itu, sehari atau dua hari sebelum datangnya lebaran, umat Islam juga diwajibkan membayar zakat fitrah. Pelajaran penting dari pemberian zakat adalah solidaritas sosial dan perjuangan membela si miskin. Dalam Surat Al-Ma’un ayat 1 -3 disebutkan, “Tahukah Kamu orang yang mendustakan Agama, Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”

Dengan begitu, zakat fitrah tidak sekedar mengharuskan membantu fakir-miskin dan kaum yang lemah, tetapi juga mengharuskan melawan sistim yang menyebabkan kemiskinan itu sendiri. Suatu sistim yang telah membiarkan segelintir orang menumpuk harta, sementara mayoritas rakyat mengalami kekurangan dan kelaparan. Itulah sistim kapitalisme!

Kegiatan penting lainnya di hari raya Idul Fitri, terutama bagi masyarakat Indonesia, adalah menjalin silaturahmi atau halal bihalal.  Pada hari itu, tanpa memandang kaya atau miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, tidak memandang islam dan non-islam, rakyat kita saling berjabat tangan dengan erat dan memupuk persaudaraan.

Hanya saja, kita merasa terkadang merasa sedih, jika halal bihalal ini dipergunakan untuk tujuan-tujuan pragmatis, umumnya oleh elit politik. Misalnya, elit politik mempergunakan ini untuk rekonsiliasi kepentingan politik, sehingga mengaburkan mana partai pemerintah dan mana oposisi. Bukankah Rasulullah bersabda, “Setiap diantara kalian adalah pemimpin. Dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, sebagai sebuah bangsa yang sedang terpuruk saat ini, kita berharap hari Idul fitri 1431 H bisa mengispirasi kebangkitan kembali bangsa Indonesia menuju kemenangannya pula. Mari menjadikan pesan Idul Fitri tahun ini sebagai cambuk perjuangan, agar kita bangsa Indonesia semakin kuat dalam menjalani perjuangan, yakni; melawan korupsi, melawan kezaliman, dan perjuangan melawan imperialism dan neo-kolonialisme!

Atas nama Dewan Redaksi, juga Direksi dan Administrasi serta segenap pekerja Berdikari Online mengucapkan, “Selamat hari raya Idul Fitri 1431 H, Minal ‘Aidin wal-Faizin.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Tom Iljas

    Bung Rudi & Ulfa,
    Bung sangat pandai mengkaitkan setiap peristiwa dengan perjuangan dan kepentingan Rakyat banyak. Bravo!