Hadapi Korsel, Argentina Harus Rubah Taktik

Kamis, 17 Juni 2010 | 12.59 WIB | Olahraga

Oleh: Binbin Firman Tresnadi

Jika saja Maradona tidak mengubah taktik saat melawan Korsel nanti, maka tak menutup kemungkinan Argentina akan dipermalukan Korsel seperti nasib Yunani sebelumnya. Sebelumnya, Argentina memang pernah mengalahkan Korsel dengan skor telak 3-1 pada piala dunia 1986 lalu, dimana Maradona mengingat pertandingan tersebut seperti pertandingan sepak bola melawan Taekwondo. Saat itu, Korsel menerapkan taktik “gunting habis” guna mematikan Maradona, dengan memberikan penugasan khusus kepada Hun Jong Moo, pelatih Korsel saat ini.

Tapi situasi saat ini sudah berbeda. Selain memiliki daya juang tinggi, para pemain Korsel sekarang ini sudah malang melintang di padang rumput klub-klub ternama dunia, ditambah peningkatan teknik dan pengalaman bertanding. Selain Park Ji Sung yang membela Manchester United, beberapa pemain lainnya seperti Kim Sung Yong ( Celtic United), Lee Chung Yong (Boston United), adalah gelandang-gelandang tangguh yang selalu menjadi andalan di klub masing-masing. Belum lagi striker andalan As Monaco Park Chung Young yang saat ini tengah bersinar karena mengangkat klubnya ke uratan ke empat Liga Prancis.

Pada pertandingan kemarin, kelemahan Argentina justru berada di lini tengah yang di kawal gelandang senior Sebastian Veron. Beberapa kali Veron kalah dalam perebutan bola saat melawan Nigeria, juga tak terlihat umpan-umpan terobosan yang maupun passing yang bisa di maksimalkan oleh tiga trisula Argentina, Messi, Tevez dan Higuean kecuali tendangan sepak pojok yang dapat di maksimalkan oleh Gabriel Heinze dan menjadi gol satu-satunya pada laga tersebut. Lini tengah Argentina sangat riskan, kalau tidak ada Messi yang bergerak naik dan turun untuk membantu, maka tidak akan ada kreativitas untuk menyerang.

Situasi ini tentu berbahaya, apalagi jika menghadapi Korea Selatan yang memiliki tiga gelandang energik. Beberapa kali lini kedua Korea Selatan ini mengancam gawang Yunani, terutama Park Ji Sung yang selalu mendapat celah untuk memberikan umpan-umpan terukur kepada Lee Chung Yong, maupun Park Chung Young sebagai target utama untuk menceploskan gol ke gawang lawan. Dan sebagai bukti kemampuan Korea Selatan di lini kedua ini, adalah dua gol ke gawang Yunani di cetak oleh dua gelandang, yaitu Lee Chung Young dan Park Ji Sung

Penguasaan di lini kedua ini sangat penting untuk dapat memenangkan pertandingan. Jika Argentina tidak memperbaiki lini keduanya ini, atau hanya mengandalkan Messi secara personal yang diberi kebebasan posisi, maka tidak mustahil Argentina akan bernasib sama dengan Yunani.

Prediksi:

Hasil Pertandingan: Argentina 1 – 1 Korea Selatan

Taktik: (Argentina 4 – 3 – 1 – 2) (Korea Selatan 4 – 4 – 1 – 1)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut