Gubernur Bali Rela Berjemur Dengan Massa Aksi

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, harus rela berjemur dengan massa aksi pemrotes kenaikan harga BBM di halaman rumput Kantor Gubernur Bali.

Gubernur yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menggunakan koran sebagai alas duduk. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat dan anggota kepolisian.

Pada saat itu, perwakilan Gerakan Rakyat Bali mendesak Mangku Pastika sebagai representasi rakyat Bali untuk menuntut pemerintah pusat segera membatalkan kenaikan harga BBM.

Presiden BEM Universitas Udayana, Elbinsar Purba, mengatakan, kenaikan BBM saat ini bukan solusi yang tepat untuk menopang kekurangan APBN. ”Ada banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat kenaikan harga BBM, khususnya kepada 99 persen pada rakyat kecil,” katanya.

Menjawab tuntutan massa aksi, Gubernur Mangku Pastika mengaku setuju dengan tuntutan massa aksi. “Tidak ada satu orang pun yang setuju BBM naik,” katanya.

Namun, kata Pastika, keputusan bukan berada di tangannya. Tapi, menurut pengakuannya, di berbagai kesempatan ia selalu menyatakan semua orang pasti tidak setuju dengan kenaikan harga BBM.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Bali, Ajis Suyo Putro, menuntut pemerintah agar segera mencabut UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas, menasionalisasi perusahaan migas asing, dan penegakan pasal 33 UUD 1945.

Sebelumnya, puluhan massa aksi dari Gerakan Rakyat Bali Tolak Kenaikan Harga BBM menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM. Mereka memulai aksinya dari parkir timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali menuju kantor Gubernur Bali.

NOE

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut