Gelombang Aksi Massa Datangi Istana Presiden

Menjelang pengumuman kenaikan harga BBM, eskalasi aksi protes juga makin meningkat. Di Jakarta, aksi protes berlangsung sejak pagi hari hingga menjelang malam hari. Ada tiga titik aksi utama di Jakarta, yaitu Istana, DPR, dan pelabuhan Tanjung Priok.

Di istana negara, aksi massa berlangsung secara bergelombang. Aksi pertama dilakukan oleh gabungan massa Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kedaulatan Nasional Ulama (PKNU).

Kedua partai ini memulai aksinya dari Bunderan HI dan kemudian berjalan kaki menuju istana negara. Mereka menganggap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bakal menyengsarakan rakyat.

Selain itu, aksi juga dilakukan oleh 3000-an kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan organisasi sayap pendukungnya. Mereka memulai aksinya dari bundaran HI dan kemudian berbaris menuju Istana Negara.

Dua anggota DPR dari PDIP, Ribka Tjiptaning dan Maruarar Sirait, hadir di tengah-tengah aksi massa. Keduanya juga menggelar orasi berisi kecaman terhadap keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.

Barisan massa aksi PDIP sempat berhenti di depan kantor RRI. Politisi PDIP Ribka Tjiptaning masuk ke dalam kantor RRI untuk menyampaikan sikap partainya melalui siaran radio.

Di depan istana negara, sejumlah kelompok mahasiswa juga sudah menggelar aksi massa. Diantaranya Komite Aksi Mahasiswa Trisakti (KAMTRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-MPO, Liga Mahasiswa Nasdem, Pergerakan Kebangsaan dan lain-lain.

Massa HMI-MPO berusaha memblokir jalan di depan istana negara. Tetapi upaya itu digagalkan oleh Polisi. Hujan deras di kawasan Medan Merdeka Utara juga membuat sebagian massa aksi memilih berlindung.

Hadir pula ratusan anggota Pemuda Pancasila yang menggelar aksi di depan Istana Negara. Mereka juga menolak kenaikan harga BBM.

Sementara itu, ribuan mahasiswa dari Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) gagal menggelar aksi di depan Istana Negara. Mereka dihadang ribuan anggota Kepolisian di dekat stasiun Gambir.

Akibatnya, ribuan massa Konami bentrok dengan kepolisian. Bentrokan itu berlangsung selama beberapa jam. Akhirnya, sekitar pukul 17.00 WITA, polisi memukul mundur ribuan massa aksi Konami.

Selain di depan istana negara, aksi massa juga berlangsung di pelabuhan Tanjung Priok. Ribuan massa pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (SBTPI) berusaha menutup akses masuk maupun keluar peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut