Gerakan Rakyat Bau-Bau Tolak Kenaikan Harga BBM

Seratusan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Tolak Kenaikan Harga BBM dan TDL menggelar aksi massa di kantor Pertamina Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Selasa (227/3/2012). Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan TDL.

Aksi massa ini dimulai di Lapangan Lembah Hijau kemudian bergerak menuju kantor Pertamina. Namun, di sepanjang perjalanan massa aksi sempat singgah di beberapa titik keramaian, seperti pasar dan kampus.

Selain membawa spanduk dan panji-panji organisasi masing-masing, massa aksi juga membawa sebuah keranda mayat bertuliskan SBY. “Ini adalah simbol matinya keberpihakan rezim SBY kepada rakyat,” kata seorang orator.

Setibanya di pasar Laelangi Bau-Bau, massa aksi singgah dan kemudian menggelar orasi di tengah hiruk-pikuk massa rakyat. Sedangkan sejumlah mahasiswa lain membagi-bagikan selebaran kepada massa rakyat.

“Ini kebijakan yang memiskinkan rakyat. Di mana-mana, rejim yang mengabdi kepada neoliberalisme memang tega memiskinkan rakyat. Rakyat harus bangkit mengorganisir diri dan melakukan perlawanan terhadap agenda neoliberal ini,” kata Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kota Bau-Bau, Ari Hariyono.

Ari juga menjelaskan, selama ini banyak kebijakan rezim SBY yang sudah menabrak konstitusi UUD 1945. Di soal pemanfaatan energi, misalnya, SBY lebih mengutamakan kepentingan bisnis asing ketimbang kepentingan nasional.

“Kebijakan energi SBY sangat pro-neoliberalisme. Ini bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945,” tegasnya.

Seusai mengagitasi massa rakyat di pasar, massa pun melanjutkan aksinya ke sasaran aksi utamanya, yakni kantor Pertamina.

Di kantor Pertamina, massa aksi langsung membentangkan spanduk berisi seruan menolak kenaikan harga BBM. Aksi ini dikawal ketat oleh petugas kepolisian.

Massa aksi menuntut ingin bertemu dengan pejabat Pertamina Bau-Bau. Namun kenginan itu tidak mendapat respon yang baik. Akhirnya, massa aksi berusaha menerobos masuk.

Terjadilah aksi dorong-dorongan antara massa aksi dengan Polisi. Sementara Polisi mendatangkan bala-bantuan berupa dua mobil dalmas dan patroli motor.

Kericuhan kembali terjadi saat polisi menyampaikan kalau pejabat pertamina setempat tidak berada di kantornya. Massa aksi menyegel kantor perusahaan perminyakan negara tersebut.

Tidak hanya itu, massa aksi juga melampiaskan kekecewaan dengan membakar keranda mayat bertuliskan SBY. Tindakan ini memicu kericuhan dengan Polisi yang berusaha memadamkan api.

Kericuhan baru terhenti setelah pihak Pertamina keluar menemui massa aksi.

Aksi massa ini melibatkan sejumlah organisasi, seperti LMND, SRMI, PRD, IMM, Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Taliabo Selatan (HIPERMA-TS), Komunitas Pengamen Jalanan Baubau (KPJ-B), dan Ikatan Komunitas Mahasiswa Wangi-wangi (IKOM WANGI).

MUHAMMAD AL IHSAN, Koresponden Berdikari Online di Bau-Bau

M

 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut