Front Rakyat Kolhua Tolak Pembangunan Bendungan

Aksi massa Front Rakyat Tolak Bendungan Kolhua di kantor Walikota Kupang, NTT, Senin (13/5). (Foto: http://moral-politik.com)

Sedikitnya 300-an massa dari Front Rakyat Tolak Bendungan Kolhua menggelar aksi massa di kantor Walikota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/5/2013). Mereka menolak rencana pemerintah kota (Pemkot) Kupang membangun bendungan Kolhua.

Riki Manu, salah seorang aktivis yang terlibat dalam Front ini, mengungkapkan, proyek pembangunan bendungan yang menelan biaya sebesar Rp 480 milyar itu akan merugikan rakyat di sekitar lokasi pembangunan.

Menurut Riki, ada tiga alasan warga Kolhua menolak proyek itu. Pertama, lahan seluas 118 hektar, yang nantinya akan menjadi lokasi pembangunan, adalah milik masyarakat secara turun-temurun digunakan untuk pertanian.

Kedua, sebagian wilayah lokasi pembangunan adalah lokasi pemukiman penduduk. Artinya, jika proyek pembangunan tetap dilakukan, berarti ada penggusuran terhadap warga. Ketiga, struktur tanah lokasi dimaksud kurang cocok untuk pembangunan bendungan.

Dalam aksinya, Front Rakyat Tolak Bendungan Kolhua menggelar ritual adat sebagai bentuk penolakan. Namun, Walikota Kupang tidak keluar menemui massa aksi.

Akhirnya, dengan sedikit kecewa, massa aksi Front Rakyat Tolak Bendungan Kolhua menggeser aksinya ke kantor DPRD Kupang. Di sana mereka menyuarakan tuntutan yang sama.

Setelah berorasi beberapa saat, perwakilan massa aksi diterima berdialog dengan DPRD Kupang. Dalam dialog tersebut, pihak DPRD Kupang menyatakan dukungan terhadap rakyat terkait penolakan pembangunan bendungan Kolhua.

Front Rakyat Tolak Bendungan Kolhua melibatkan sejumlah organisasi, seperti warga Kolhua, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Liga Mahasiwa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Kemah,Gemma dan Kemahnuri.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • kembo

    wkwkwk, kk dorang, 480 miliard uang basah banyak tu, wkwkw, nanti bendungan dong bikin snd betul, rakyat su kehilangan tempat tgl dll. giliran ada bencana dll gara2 itu bendungan jebol ko apa ko, pemerintah cm bisa bilang, kami turut berduka, wkwkw. doi su ilang, tanggung jawab ju pemerintah selamat tinggal, ky snd tau sa model2 bgn