Mahasiswa Dan Rakyat Miskin Makassar Tolak Kenaikan Harga BBM

Ratusan mahasiswa dan rakyat miskin di Makassar, Sulawesi Selatan, berbaris bersama menolak rencana pemerintahan SBY menaikkan harga BBM, Senin (13/5/2013). Bagi mereka, kenaikan harga BBM hanya akan mencekik ekonomi rakyat kecil.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat untuk Kemandirian Nasional (Graknas) ini menggelar aksinya di kantor DPRD Sulsel. “Alasan pemerintah SBY menaikkan harga BBM karena defisit anggaran tidaklah masuk akal,” kata Ahmad Kaimuddin, salah seorang otator dalam aksi Graknas ini.

Menurutnya, jika melihat postur APBN sekarang ini, pos yang paling banyak menghamburkan uang negara adalah belanja rutin aparatus negara dan pembayaran utang luar negeri. Selain itu, kata dia, akibat watak korup rezim SBY, setiap tahunnya terjadi kebocoran APBN mencapai 30%.

“Kami ingin mengingatkan SBY, bahwa rezimnya yang sangat korup itulah yang menggerus APBN. Subsidi BBM hanya menempati porsi kecil di APBN. Selain itu, subsidi BBM sangat bermanfaat untuk menopang ekonomi rakyat,” tegasnya.

Ahmad juga menyoroti politik energi SBY yang sangat liberal. Menurutnya, politik energi SBY, yang dinaungi dengan UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas, telah menyebabkan korporasi asing mengusai keseluruhan sumber-sumber energi Indonesia.

“Kita punya minyak, gas, batubara, dan panas bumi. Namun, karena negara kita tidak berdaulat, sumber-sumber energi ini dikangkangi asing. Lalu, kita dipaksa mengimpor BBM dari luar negeri,” katanya.

Dalam aksinya ini, anggota DPRD Sulsel dari PAN, Drs. H. Ashabul Kahfi, M.Ag, keluar menemui massa. Ia sempat membacakan pernyataan sikap dari Graknas. “Kami meminta kepada DPRD Sulsel, jika memang merasa wakil rakyat, untuk menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM,” kata Ahmad.

Dalam seruan politiknya, Graknas Sulsel menuntut dilaksanakannya pasal 33 UUD 1945 sebagai basis untuk merebut kedaulatan energi dan menggunakannya bagi kemakmuran rakyat.

Graknas sendiri merupakan gabungan dari puluhan organisasi, diantaranya, Partai Rakyat Demokratik (PRD), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), BEM Yaspi, BEM Teknik UIM, dan HMK Gigi Sandi Karsa.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut