FPR Palembang Tolak Kenaikan Harga BBM

Penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kota Palembang hari ini diwarnai aksi oleh beberapa elemen kelompok organisasi masyarakat yang ada di kota Palembang, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Hizbut Tahrir, HMI dan KAMMI, Selasa (18/11).

Penolakan kenaikan BBM ini dilakukan di beberapa titik yang ada di kota Palembang. FPR yang merupakan gabungan dari beberapa elemen antara lain, LMND kota Palembang, Presma UIN Raden Fatah, PMII menggelar aksi penolakan dengan memblokir jalan Jenderal Sudirman yang berada tepat di depan gerbang kampus UIN Raden Fatah.

Selain memblokir jalan FPR juga melakukan aksi bakar ban di tengah jalan tersebut. Salah satu peserta aksi, hersi mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah Jokowi yang telah melakukan kenaikan harga BBM semalam. “Kenaikan harga BBM ini jelas akan sangat memukul perekonomian rakyat, dan akan semakin banyak masyarakat yang akan jatuh dalam kemiskinan,” Ujarnya.

FPR menilai, pemerintahan Jokowi saat ini merupakan perpanjangan tangan dari pemerintahan terdahulu yang berpegang pada kebijakan ekonomi pasar bebas. “Pemerintahan Jokowi tunduk dan patuh terhadap desakan Bank Dunia untuk menjadikan harga BBM sama dengan harga keekonomian dunia, jadi janji kampanye saat pilpres kemaren hanyalah bohong besar,” Katanya.

Menurut FPR, Trisakti yang di kampanyekan oleh Jokowi merupakan lips service agar rakyat ternina bobokan. Jokowi seakan-akan menerapkan Trisakti, tetapi pada kenyataanya setelah menjadi presiden ternyata telah menaikkan harga BBM. FPR pun mengatakan bahwa tindakan menaikkan harga BBM telah menyalahi konstitusi UUD 1945 khususnya pasal 33 yang secara tegas menyatakan Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan di pergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Koordinator Aksi, Derga agung, mengatakan aksi ini merupakan rangkaian dari beberapa aksi sebelumnya yang telah dilakukan. “setelah semalam kami melakukan aksi blokir jalan di simpang empat charitas yang sempat di refresif oleh aparat, dan pagi ini sampai sore hari  kami akan terus melanjutkan perjuangan meminta Jokowi untuk membatalkan kenaikan harga BBM,” Tegasnya

FPR pun menyerukan untuk terus menggalang kekuatan dengan organisasi – organisasi lain yang belum tergabung untuk bersama-sama membangun kekuatan bersama dalam wadah Front Persatuan yang nantinya menjadi persatuan melawan rejim Neoliberal saat ini.

Jai Marta

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut