Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Jogja Blokade Jalan

polisi bentrok

Setelah menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM pada Senin (17/11) malam, Selasa siang kurang lebih 1500-an mahasiswa di Jogjakarta kembali turun ke jalan.

Dalam aksinya, mahasiswa memprotes keputusan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM. Bagi mahasiswa, kebijakan tersebut bertolak dengan visi-misi Jokowi-JK yang mau menegakkan Trisakti dan Konstitusi.

Mahasiswa memulai aksinya pada pukul 14.00 siang dengan memblokade jalan di area lampu merah Kampus UIN Sunan Kalijaga. Tidak hanya itu, mahasiswa juga membakar ban bekas dan menyandera sebuah mobil box.

Tak lama kemudian, polisi berusaha membubarkan aksi tersebut dengan menembakkan gas air mata. Tak hanya itu, polisi juga menyerang dan memukuli sejumlah mahasiswa. Akibatnya, seorang peserta massa aksi mengalami luka cukup parah. Sementara seorang peserta aksi perempuan ditahan oleh aparat kepolisian.

Berhadapan dengan represi aparat kepolisian, massa aksi pun memilih mundur. Namun, begitu mengetahui bahwa seorang kawannya ditangkap dan ditahan, mereka pun kembali turun ke jalan. Mereka menuntut agar massa aksi yang ditahan oleh kepolisian segera dilepas.

Situasi aksi massa pun kembali memanas. Sejumlah mahasiswa melemparkan batu ke arah barikade kepolisian sebagai bentuk protes atas penangkapan kawan mereka. Alhasil, setelah melalui negosiasi antara mahasiswa dan aparat, massa aksi yang ditahan pun dilepaskan.

Aksi mahasiswa berakhir pada pukul 17.00 dan ditutup dengan membacakan pernyataan sikap.

Dewa Putu Adi Wibawa

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut