Mahasiswa Jogjakarta Tolak Kenaikan BBM

demo-bbm

Keputusan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM, Senin (17/11) malam, menuai perlawanan dari gerakan mahasiswa dan rakyat di berbagai daerah.

Di Jogjakarta, sedikitnya 500-an mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM di perempatan lampu merah kampus UIN Sunan Kalijaga, Jalan Jogja-Solo. Mahasiswa tersebut berasal dari beberapa organisasi, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), FAM-J, IMM, GMNI, Sekber, BEM UIN, dan Repdem. Tidak hanya mahasiswa, sejumlah warga Jogjakarta pun turut dalam aksi menentang kenaikan harga BBM.

Aksi tersebut dimulai pada pukul 22.15 WIB dengan  memblokade jalan Jogja-Solo, sehingga massa yang hadir terkonsentrasi di area lampu merah kampus UIN Sunan Kalijaga. Dalam aksinya, mereka menggelar orasi-orasi politik secara bergantian dan membakar ban bekas.Tidak lama berselang, massa aksi kemudian mengarah ke simpang pertigaan jalan Gejayan dan kembali melakukan aksi blokade jalan.

Dalam aksinya, massa aksi menilai bahwa pangkal dari persoalan kenaikan harga BBM adalah penguasaan kapital asing atas sektor ekstraktif Indonesia, termasuk migas. Selain itu, Massa aksi juga menyoroti inkonsistensi pemerintahan Jokowi-JK terhadap konsepsi Trisakti yang mereka gembar-gemborkan semasa kampanye pilpres lalu.

Salah satu peserta aksi, Ardy Syihab, yang juga merupakan Ketua EW LMND Yogyakarta, mengatakan bahwa Pemerintahan Jokowi-JK seharusnya telah terjebak dengan paradigma neoliberal dalam menyikapi isu energi dan kebijakan anggaran maupun subsidi seperti dalam konteks menaikkan harga BBM.

Menurutnya, banyak solusi alternatif dan jalan keluar strategis untuk diterapkan, seperti memberantas mafia migas, menegakkan Pasal 33 UUD 1945, dan mencabut seluruh perudang-undangan terkait dengan sektor migas yang pro pada kepentingan neoliberalisme.

Selain menggelar aksi blokade jalan, salah satu peserta aksi laki-laki juga  melakukan aksi semi telanjang dengan hanya mengenakan celana dalam. Aksi tersebut dilakukan untuk menyindir pemerintahan Jokowi-JK yang tidak mempunyai rasa malu telah menghianati rakyat Indonesia.

Dewa Putu Adi Wibawa/Ulfa I

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut