FAM UNAIR Anggap SBY-Budiono Gagal Berantas Korupsi

Aktivis Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM-Unair) menganggap hasil akhir berbagai pengungkapan korupsi di jaman SBY adalah nol besar. Bahkan, menurut FAM Unair, rejim neoliberal SBY-Budiono seperti membiarkan praktek korupsi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh FAM Unair saat menggelar aksi massa di depan gedung Grahadi, Surabaya, siang tadi (6/6). Dalam aksinya, mahasiswa berusaha menggambarkan merajalelanya praktek korupsi di Indonesia melalui sebuah aksi tetrikal.

Dalam aksi tetrikal itu, dua orang mengenakan dasi memegang duit sambil mengipas-ipaskan di dekat wajahnya, sedangkan seorang dewi keadilan terlihat memegang timbangan yang berat sebelah.

Dalam pernyataan sikapnya, FAM Unair menyoroti kasus korupsi terbaru dan sedang menghangat, yaitu kasus suap Sesmempora, dimana sejumlah politisi partai demokrat diduga terlibat.

Dalam analisa FAM Unair, kasus suap Sesmenpora sangat mungkin terkait dengan kebutuhunan biaya yang tinggi menjelang pemilu 2014. “Menjelang Pemilu 2014, partai politik memerlukan dana yang besar pula untuk ikut serta dalam agenda tersebut.”

Disamping itu, dalam kasus korupsi Sesmenpora, sebagaimana kasus BLBI, Century, dan Gayus Tambunan, terdapat konspirasi jahat antara aparat penyelenggara negara, partai politik, dan pengusaha.

Dalam tuntutannya, FAM Unair menyerukan agar pemberantasan korupsi segera dilakukan, mulai dengan menangkap Nazaruddin, lalu membersihkan para koruptor di lembaga negara, seperti kepresidenan, DPR, Kepolisian, dan Kejaksaan.

FAM Unair juga menyerukan pembangunan gerakan politik kerakyatan untuk melawan segala bentuk korupsi dan praktek neoliberalisme di Indonesia.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut