Evo Morales: Kapitalisme Musuh Kemanusiaan

Presiden Bolivia Evo Morales menyatakan kapitalisme dan imperialisme sebagai akar dari berbagai persoalan kemanusiaan di abad 21 ini.

“Kapitalisme adalah musuh terburuk dari kehidupan dan kemanusiaan, menghancurkan masa depan generasi, merusak ibu pertiwi, menumpuk kekayaan di tangan segelintir orang dan menghasilkan kemiskinan ekstrem,” kata Evo saat menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (21/9/2016).

Menurut Presiden pribumi pertama Bolivia ini, tujuan utama dari kemanusiaan haruslah membasmi kapitalisme dan imperialisme. Disamping itu, dia menyerukan perlunya membangun sistim lain yang menyelamatkan kehidupan manusia.

“Jika kita tidak segera membangun sistim lain untuk masyarakat, kita hanya akan mengganti pembangunan berkelanjutan menjadi kematian berkelanjutan,” tegasnya di pidato yang bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional itu.

Selanjutnya, Evo menjelaskan kontribusi kapitalisme dalam mendorong krisis pengungsi. Menurut dia, banyak orang di dunia ini yang terpaksa jadi pengungsi atau terusir dari tempat tinggalnya karena pemanasan global atau karena perang dan konflik bersenjata.

“Sementara 800 juta orang di dunia ini hidup kelaparan. Itulah wajah kapitalisme,” tuturnya.

Karena itu, Evo mengutuk keras kekerasan dan terorisme. Namun, kata dia, untuk mengatasi persoalan terorisme, kita harus mengatasi akar masalahnya, yakni kekayaan yang terkonsentrasi di tangan segelintir orang, kemiskinan, ketimpangan dan diskriminasi.

Lebih lanjut, Evo mengaitkan antara terorisme dan perdagangan narkoba. Dia menganggap terorisme dan perdagangan sebagai saudara kembar yang dikendalikan oleh imperialisme untuk menyerang dan mengendalikan dunia ketiga.

Menurutnya, sejak Bolivia menendang keluar pangkalan militer AS di Bolivia, perdagangan narkoba menurun signifikan.

“Ketika Agen Penegakan Narkoba/DEA (badan anti-narkoba bentukan AS) ada di Bolivia, hanya separuh obat-obatan yang disita yang dibakar. Sisanya dijual kembali untuk memperkaya diri,” ungkapnya.

Dalam pidatonya, Evo juga mengeritik pedas kebijakan perang Israel terhadap Palestina. Dia menuding Israle sebagai salah satu negara pedagang perang paling barbar di dunia.

“Kita harus menghentikan genosia terhadap Palestina,” tegasnya.

Hal lain yang disoroti Evo dalam pidatonya adalah embargo terhadap Kuba dan intervensi imperialis untuk menggulingkan pemerintahan Nicolas Maduro di Venezuela.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut