Ekonomi AS Diprediksi Mengalami Resesi Baru

BERLIN: Ekonomi AS masih berpotensi untuk jatuh dalam resesi baru dalam beberapa waktu ke depan, demikian diramalkan institute penelitian ekonomi dari Jerman.

Mereka menjelaskan bahwa kemajuan signifikan di utara belum bisa diprediksi, sementara bisnis investasi di peralatan dan mesin terus meningkat, dikarenakan suku bunga rendah dan tingkat keuntungan yang tinggi.

Dalam situasi Uni-Eropa (UE), mereka mencatat bahwa masalah ini akan terus bertahan, terutama karena hutang publik yang sangat tinggi di beberapa negara anggotanya.

Mereka juga memprediksikan bahwa di kebanyakan negara berkembang, langkah ekspansi akan tetap relative tinggi, meskipun akan merendah pada semester kedua tahun 2010, karena situasi internasional yang tidak menguntungkan.

Ketika mengacu kepada sub-benua amerika latin, mereka mencatat bahwa ada pertumbuhan pada semester kedua 2010, khususnya karena ekspor dan naiknya permintaan domestik.

Namun, mereka mencatat bahwa ekspansi ekonomi di kawasan ini akan sedikit melambat di akhir tahun, yang berakhir dengan tingkat kemajuan 5,2%, sementara pada tahun 2011 akan menjadi 3.4%.

Untuk keseluruhan dunia, ada peningkatan 3,7 point di tahun ini dan 2,8 point di tahun 2011 yang diperkirakan.

Banyak orang amerika yang marah pada ekonomi yang buruk

Menjelang pemilu kongres di AS, jajak pendapat terbaru dari ABC news-Yahoo menunjukkan bahwa hampir 90% orang amerika marah pada ekonomi yang buruk.

Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa lebih dari 50% orang amerika menyalahkan kedua partai sebagai penyebab gejolak ekonomi, sementara 35% menyatakan marah terhadap partai demokrat ketimbang republik. Kemarahan ini akan diterjemahkan dalam pemilihan di kongres AS beberapa saat yang akan datang.

Hampir semua analis di Washington berusaha menjelaskan bagaimana ketidakpuasan ekonomi akan diterjemahkan dalam refendum pemerintahan Obama dalam mengatasi persoalan ekonomi.

“dan dalam ekonomi yang buruk ini, partai secara umum harus bertanggung-jawab untuk apa yang sedang terjadi. Dan sementara tidak seorang pun dari partai republik yang menjadi alternatif ideal untuk menempati kekuasaan,” kata Alexander Burns, seorang analis dari politico.

“ketika anda melihat percakapan soal ekonomi adalah paling banyak bagaimana kau melihat kandidat tidak hanya menyatakan kami butuh perubahan dalam ekonomi tetapi mereka mengatakan Washington tidak sanggup mengatasi persoalan ekonomi,” ujarnya.

Jajak pendapat ini didukung oleh survey opini publik lain yang baru dipublikasikan oleh Bloomberg. Ditemukan bahwa pesan harapan Obama pada saat ia terpilih mulai memudar di hadapan para pemilihnya dan separuh dari pemilihnya di tahun 2008 menyetujui kinerjanya. Ini diperkirakan akan menciptakan kejutan-kejutan dalam pemilu mendatang.

Sumber lain menceritakan bahwa jumlah rumah yang diambil-alih oleh bank-bank amerika telah mencapai rekor tertinggi, sebagaimana ditemukan oleh otoritas yang melakan penyelidikan atas tuduhan penipuan dalam penyitaan.

Catatan menunjukkan bahwa jumlah rumah yang diambil-alih oleh bank mencapai 102.134 rumah pada bulan September. Satu dari setiap 139 unit rumah US menerima pengajuan penyitaan selama kuartal ketiga. Pengambil-alihan oleh bank mencapai rekor tertinggi pada kuartal ini, dengan 288,345 rumah yang diambil-alih oleh peminjam. (dari berbagai sumber: Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut