Di Lampung, Ribuan Buruh Dan Petani Peringati May Day

Tidak kurang dari seribuan buruh dan petani berbaris di jalan saat memperingati Hari Buruh Sedunia, Selasa (1/5/2012). Mereka merupakan gabungan dari berbagai organisasi dan serikat buruh di Lampung.

Massa aksi bergerak di bawah payung Gerakan Rakyat Lampung. Ini menghimpun puluhan organisasi. Diantaranya: FSBL, KSN, KASBI, SPKP, SBMI, SPSI, Garuda Food, SBL, FMN, SMI, KAMMI, LMND, PMKRI, PRD, SRMI, LBH, WALHI, PRP, CCC, JRKL, JRMK, GMNI, dan NESTLE.

GRL memusatkan aksinya di kantor Gubernur Lampung. Begitu tiba di kantor Gubernur, ribuan massa GRL ini dihadang oleh barikade Polwan dan Satpol PP. Akan tetapi, karena massa aksi terus merengsek maju, maka anggota Polwan pun ditarik mundur ke belakang.

GRL pun mulai melakukan orasi politik. Satu persatu perwakilan organisasi dipanggil untuk menyampaikan sikap politiknya. Suasana mulai berubah tatkala massa aksi mendengar bahwa Gubernur tak bersedia menemui massa aksi.

Bentrokan pun tak terhindarkan. Pasukan Satpol PP diketahui melakukan pemukulan terhadap massa aksi. Bahkan, seorang anggota Satpol PP nyaris melukai seorang peserta aksi dengan bayonet.

Beruntung, bentrokan itu berhasil diredam. Setelah agak tenang, orasi politik dari berbagai organisasi kembali dilakukan. Rakhmad Husein, aktivis yang mewakili Partai Rakyat Demokratik (PRD), mengajak kaum buruh memperkuat persatuan menghadapi serangan neoliberalisme.

“Problem kita adalah neoliberalisme. Itu adalah nama lain atau jubah baru dari neokolonialisme. Kaum buruh tidak akan mendapatkan kesejahteraan apapun jika sistim itu tidak dihentikan,” kata Rakhmad.

Aksi massa ini juga dimeriahkan oleh penampilan band reggae, Red Flag. Red Flag tampil menyanyikan tiga lagu, yaitu “Tidur Jangan”, “Satukanlah”, dan “Internasionale”. Massa aksi pun terbakar semangatnya oleh lagu-lagu perjuangan ini.

Di penghujung aksi, Eko Sumaryono—selaku koordinator aksi—membacakan sikap politik GRL terkait Hari Buruh Sedunia. Beberapa tuntutan yang diusung GRL: menuntut upah layak, penghapusan outsourcing, penyelesaian konflik agraria, penghentian kriminalisasi petani, dan jaminan pendidikan dan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat.

SADDAM CAHYO 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut