Pemerintah Venezuela Sahkan UU Perburuhan Revolusioner

Ada yang menarik dari peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) di Venezuela: peringatan Hari Buruh disertai dengan pengesahan UU perburuhan yang berwatak revolusioner.

UU perburuhan baru ini—dalam bahasa Spanyol disingkat LOTTT, kata Wakil Presiden Venezuela, Elias Jaua, akan membuka jalan bagi pendalaman sosialisme di Venezuela. “Ini adalah kemenangan klas pekerja dan rakyat Venezuela,” kata Elias saat berpidato di hadapan kaum buruh di Plaza OLeary de Caracas.

Perayaan Hari Buruh Sedunia di Caracas, Venezuela, dihadiri oleh puluhan ribu buruh dari berbagai serikat. Presiden Venezuela, Hugo Chavez, tidak bisa menghadiri acara ini karena sedang menjalani perawatan kesehatan di Kuba.

Chavez menandatangani UU perburuhan baru itu sehari sebelum peringatan Hari Buruh Sedunia. Dengan diundangkannya UU baru ini, relasi sosial dan ketenagakerjaan di Venezuela diharapkan akan segera mengarah pada pembangunan sosialisme.

“Kami telah membuat sebuah UU yang akan tercatat dalam sejarah. Sejarah itu…akan berbicara tentang kemenangan rakyat, kaum buruh. Hal itu tidak mungkin tanpa perjuangan panjang, perlawanan, dan penderitaan. UU ini, yang akan segera saya tandatangani, adalah hasil dari perjuangan panjang,” kata Chavez.

Chavez membandingkan kebijakan perburuhan di Venezuela dengan kebijakan perburuhan di Eropa. Di Venezuela, kata Chavez, pemerintahan sosialis memprioritaskan hak-hak pekerja. Sedangkan di Eropa, kata Chavez, kebijakan pemerintah mendahulukan profit (keuntungan) di atas pembangunan manusia.

Chavez mengatakan, UU perburuhan baru akan memberi manfaat sosial sangat besar kepada pekerja, pembaran ganda terhadap PHK yang tidak sah, penguragan jam kerja per minggu, dan penghapusan outsourcing.

UU baru ini juga disambut gembira kaum feminis. Pasalnya, UU baru ini mengharuskan pemberian cuti bersalin selama 12-25 minggu. UU ini juga mempromosikan kesetaraan dalam dunia kerja.

Dengan pemberlakuan UU baru ini, pihak pengusaha diberi waktu selama 12 baru untuk mengadaftasikan diri dengan kebijakan baru ini.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut