Demonstrasi Petani Menuntut Penggantian Lahan Di Lampung

Sedikitnya 700-an orang petani bergabung dalam aksi massa di Kantor Dinas Kehutanan, Lampung, yang diorganisir oleh Gerakan Petani Lampung (GPL).

Mereka menuntut agar pemerintah segera melakukan alih-fungsi tanah kawasan register 40 gd. Wani, yang meliputi enam desa (Sinar rejeki, Purwotani, Sumber jaya, Margo lestari, Sidoharjo, dan Karang rejo) menjadi milik petani.

Menurut koordinator aksi ini, Ali Akbar, penggusuran paksa oleh pihak Pemda Lampung akan mencabut hak hidup petani dan keluarganya.

Karena awalnya petani diiming-iming untuk ikut program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL), maka pihak petani pun mencium adanya indikasi korupsi dalam proyek tersebut.

Pihaknya menyesalkan sikap Pemda dan DPRD Lampung yang mengabaikan hak-hak kaum tani, tetapi malah menuding petani sebagai penggarap liar.

Dalam aksi itu, perwakilan petani dipertemukan dengan Kepala Dinas Kehutanan, yang menjanjikan akan membuat semacam perjanjian.

Terlibat dalam aksi berbagai organisasi gerakan rakyat, diantaranya, Partai Rakyat Demokratik (PRD), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), LMND, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), SRMI, dan KASBI.

Petani Merasa Tertipu

Tanah ini dulunya adalah tanah garapan PT. Mitsugoro (6000 hektar), lalu diambilalih oleh LIPI (1500 hektar) dan sisanya ditanami kayu Lantorogung. Pasca reformasi tahun 1998, tanah tersebut dikelola oleh petani sebagai lahan garapan, dan hal itu mendapat persetujuan dari pihak LIPI.

Namun, pada tahun 2007, pihak Departemen Kehutanan dan pihak pemerintah setempat mewajikan petani untuk mengikuti program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL), yang mewajikan petani menanam karet dan kayu-kayuan.

Terakhir, petani diberitahu bahwa lahan tersebut akan digunakan oleh Pemda Lampung untuk membangun pusat kota yang baru.

Ironisnya, tanpa alasan yang jelas, pihak pemerintah menuding warga dari enam desa tersebut sebagai penggarap liar. Petani yang melakukan penolakan dengan segera dicap sebagai provokator dan tidak punya sopan santun.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut