Demonstran “Cuekin” Gubernur Jawa Timur, Soekarwo

SURABAYA: Gubernur Jawa Timur Soekarwo, yang selalu berusaha tampil menemui dan menyerap aspirasi demonsrtan, bertemu dengan kenyataan pahit. Ketika Soekarwo keluar untuk menemui massa, ratusan mahasiswa demonstran justru balik badan.

Hal itu terjadi saat 300 orang massa Gerakan untuk Kemerdekaan Nasional menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya untuk merespon setahun pemerintahan SBY-Budiono.

Aliansi ini merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Koordinator Aksi ini, Arif Fachrudin Ahmad menegaskan bahwa evaluasi terhadap pemerintahan sekarang ini harus berjangka enam tahun, yaitu sejak SBY menjabat Presiden, bukan setahun seperti yang umum disebutkan.

Menurutnya, dalam enam tahun masa memerintah itu, SBY terbukti tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin nasional. “SBY terlalu lemah di hadapan asing, sehingga menyerahkan sebagian besar kepentingan nasional kepada mereka,” katanya.

Pemerintahan yang tega mengorbankan kepentingan nasional, menurut Fachrudin, adalah pemerintahan boneka asing, yang sudah pasti anti terhadap rakyat dan anti-demokrasi.

Selain massa Gerakan untuk Kemerdekaan Nasional, ada pula kelompok mahasiswa yang berasal dari BEM Unesa dan beberapa kampus di Surabaya. (ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut