Chavez Serukan Persatuan Nasional Hadapi Perang Psikologi Sayap Kanan

Presiden Venezuela, Hugo Chavez, menyerukan kepada pendukungnya agar memperkuat persatuan nasional guna melawan perang psikologis yang dilancarkan oleh pihak oposisi.

Bagi Chavez, perang psikologis itu bermaksud membingungkan massa rakyat. “Perang psikologis ini harus dikalahkan. Kita harus maju dengan semangat dan memperkuat komitmen untuk revolusi, “ kata Chavez selama bertemu tim kampanyenya di Miranda.

Chavez mengajak tim kampanyenya agar lebih dekat lagi dengan rakyat. Sebab, dengan cara itulah pemilu Presiden pada 7 Oktober mendatang bisa dimenangkan oleh kubu revolusi.

“Kita harus bergerak dari jalan ke jalan, rumah ke rumah, untuk pertempuran berat menuju kemenangan puncak pada 7 Oktober. Kita harus bekerja dari hari ke hari, dari menit ke menit,” kata Chavez.

Pada hari Jumat, Chavez mengirim pesan dukungan kepada para siswa, guru, dan semua pekerja di Asosiasi Sekolah Katolik Venezuela (AVEC) yang berhasil mendapat pendanaan institusinya dari negara.

Sementara itu, di tengah tipisnya dukungan rakyat, seorang kandidat oposisi berusaha meniru gaya dan karakter Hugo Chavez. Kandidat oposisi itu bernama Henrique Capriles.

Bahkan, sejumlah kandidat oposisi menirukan gaya berpidato dan berkomunikasi Chavez saat berada di depan massa. Hal ini membuat gerah pihak Partai Sosialis Venezuela (PSUV), partai yang mengusung Hugo Chavez sebagai kandidat Presiden pada pemilu mendatang.

Kandidat oposisi memang sedang kebingungan mencari program kampanye untuk mengimbangi Chavez. Akhirnya, satu-satunya cara oposisi ialah melancarkan perang psikologis.

Beberapa hari lalu, misalnya, media sayap kanan Venezuela melaporkan perihal kematian Chavez di Havana, Kuba. El Nacional, salah satu media kanan terbesar di Venezuela, berada di garis depan propaganda menyesatkan itu.

El Nacional aktif mengeksploitasi kondisi kesehatan Chavez sebagai penjelasan bahwa pemimpin revolusi Bolivarian itu tidak lagi pantas memimpin Venezuela di tahun-tahun mendatang.

Sejumlah koran kanan di luar negeri juga ikut-ikutan. Miami Herald, sebuah media sayap kanan di AS, menurunkan berita mengenai “tidak adanya bahan bakar untuk memperbaiki kesehatan Chavez”. Sedangkan AP, pada hari yang sama, menurunkan headline mengenai kecemasan rakyat Venezuela terhadap tindakan Chavez menghilang dari tugasnya.

RAYMOND SAMUEL

 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut