Chavez Serukan Perbaharui PBB

Meskipun tidak hadir secara langsung di pertemuan ke-66 Majelis Umum PBB, Presiden Venezuela Hugo Chavez membuat seruan penting: perbaharui PBB untuk menyelamatkan perdamaian.

Seruan Chavez itu dibacakan langsung oleh Menteri Luar Negeri Venezuela, Nicolas Maduro, dihadapan seluruh anggota Mejelis Umum. Ia menjelaskan bahwa “refoundatin” sangat penting untuk menyelamatkan umat manusia.

Seruan Chavez ini berkorelasi dengan ketidakmampuan PBB menghargai perjuangan rakyat Palestina dan mencegah agresi imperialis di Libya.

Menurut Chavez, sebagaimana dibacakan oleh Maduro, langkah pertama untuk memperbaharui PBB adalah dengan menghapuskan kategori anggota tetap Dewan Keamanan dan hak veto.

Selain itu, dalam suratnya, Chavez juga meminta agar peran Majelis Umum di maksimalkan dan dilakukan peninjauan ulang terhadap keseluruhan piagam PBB yang dirancang atas nama perdamaian.

Chavez mengeritik Amerika Serikat sebagai salah satu negara anggota tetap dan pemegang hak veto, tetapi juga satu-satunya negara yang bebas menyebarkan pangkalan militer di berbagai belahan dunia dan bertindak bebas untuk melancarkan agresi ke negara-negara lain atas nama demokrasi dan kemanusiaan.

Seruan Chavez ini pernah juga disampaikan oleh Bung Karno pada Sidang Umum PBB tahun 1960. Saat itu, Bung Karno melontarkan enam kritik pedas terhadap PBB. Salah satu kritik dari Bung Karno saat itu adalah pemilikan hak veto oleh lima besar saat itu (Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia, dan Taiwan).

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut