Chavez Gagas Koalisi Lebar Untuk Pemilu Presiden

Venezuela akan melaksanakan pemilu presiden pada 7 Oktober 2012.  Hugo Chavez, yang sudah memastikan pencalonannya, segera mengajak berbagai organisasi politik dan gerakan sosial untuk membentuk koalisi.

Chaves pun membentuk koalisi bernama “Kutub Patriotik Besar”/ Gran Polo Patriótico (GPP). Koalisi ini, kata Chavez, sangat terbuka kepada partai, organisasi sosial, maupun individu yang setuju untuk melanjutkan revolusi Bolivarian.

Ia mengajak seluruh gerakan sosial, politik, kaum patriotik, nasionalis, sosialis, humanis, dan gerakan Kristen untuk bergabung dalam koalisi tersebut. “Ini adalah undangan terbuka dan keanggotaan dalam koalisi bersifat setara,” ujar Hugo Chavez.

Chavez sendiri sudah punya kendaraan politik, yaitu Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV). Meskipun organisasi ini beranggotakan sedikitnya 7 juta orang, tetapi Chavez tetap berharap adanya sebuah front persatuan. Tetapi, ia tetap berharap bahwa PSUV akan memainkan peran paling signifikan dalam Kutub Patriotik Besar (GPP).

Sebetulnya, Kutub Patriotik adalah koalisi yang pernah digunakan Chavez saat memenangkan pemilu presiden tahun 1999 lalu. Koalisi ini juga berperan besar saat memastikan kontrol terhadap majelis konstitusi dan referendum konstitusi. Tetapi koalisi ini kemudian dibubarkan dan diganti dengan PSUV.

Fernando Soto Rojas, Presiden Majelis Nasional dan sekaligus pimpinan PSUV, menegaskan bahwa “Kutub Patriotik adalah garis aksi untuk mengorganisasikan massa melampaui PSUV”. Dengan demikian, ‘Kutub Patriotik’ akan menjadi alat utama bagi seluruh kekuatan Bolivarian untuk melawan sayap kanan dalam pemilu mendatang.

Kutub Patriotik membawa tiga platform politik utama: demokratis, nasionalis, dan anti-imperialis. Tiga platform ini diharapkan menyatukan seluruh organisasi, partai politik, dan individu yang sepakat melanjutkan revolusi Bolivarian ke dalam satu payung politik.

Koalisi lebar memang sangat diperlukan, bahkan bersifat mutlak, untuk kemenangan revolusi bolivarian. Sebab, seluruh sayap kanan Venezuela juga sudah menggabungkan diri dalam sebuah payung bersama bernama Coalition for Democratic Unity, MUD.

Chavez juga berhadapan dengan kampanye konstan sayap kanan, dengan dukungan dana AS dan media borjuis, bahwa “negara dalam keadaan berantakan, korupsi merajalela, dan pemerintahan tidak bekerja”.

Sebuah jajak pendapat yang diselenggarakn oleh lembaga bernama IVAD, yang digelar pada 24 september dan 2 oktober lalu, menyebutkan bahwa tingkat penerimaan terhadap pemerintahan Chavez mencapai 71,6%.

IVAD juga menegaskan, jika pemilu presiden dilangsungkan sekarang melawan tiga pesaing Chavez, maka kemenangan akan berada di tangan Chavez. Chavez, menurut lembaga survey itu, rata-rata meraih suara diatas 53%.

Chavez, yang mengutip Antonio Gramsci, Marxist italia yang terkenal itu, sangat menyadari bahwa perjuangan untuk hegemoni sosialis memerlukan ‘perkelahian panjang’ melawan kapitalisme. “Meskipun kami berkuasa selama 12 tahun dan memenangkan pemilu 7 oktober mendatang, itu belum berarti bahwa kami sudah memenangkan perjuangan untuk sosialisme,” tegasnya.

Dukungan pun mulai bermunculan terhadap Kutub Patriotik Besar. Chavez mengklaim bahwa sedikitnya 4000 organisasi sudah mendukung koalisi besar ini. Mereka berasal dari beragam kelompok, seperti serikat buruh, petani, masyarakat adat, LGBT, perempuan, mahasiswa, dan lain-lain.

Sementara partai politik yang mendukung Kutub Patritik baru tiga: PSUV, Partai Komunis Venezuela, dan pecahan Patria Para Todos (PPT). Chavez berharap bahwa kutub patriotik juga akan menjadi ruang untuk mendiskusikan masa depan revolusi.

Cat: Laporan ini disusun dari berbagai sumber.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut