Camila Vallejo Jadi Calon Anggota Parlemen

Camila Vallejo, mantan Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile (FECH) dan anggota Liga Pemuda Komunis Chile.

Chile akan menyelenggarakan pemilihan umum pada bulan November mendatang. Diantara calon anggota parlemen itu, ada sosok pemimpin gerakan mahasiswa Chile, Camila Vallejo.

Dia akan bertarung di daerah pemilihan distrik 26 Metropolitan Santiago untuk posisi Majelis Rendah. Ia diusung oleh partainya, Partido Comunista/Partai Komunis Chile (PC).

“Gerakan sosial harus menjadi aktor utama untuk membuat perubahan bergerak kedepan. Di depan mata ada pemilu, di tahun 2013 ini, gerakan mahasiswa tidak bisa tinggal di rumah,” kata Camila Vallejo.

Menurutnya, sekalipun gerakan sosial menegaskan dirinya melalui mobilisasi massa, namun mereka tidak bisa tutup mata dengan ruang politik yang tersedia untuk mendorong perubahan sekecil apapun.

“Ini bukan hanya perdebatan soal isu pendidikan, tetapi ini soal bagaimana membangun kembali negeri ini, yang telah porak-poranda akibat neoliberalisme,” ujarnya.

Ia yakin, dengan partisipasi gerakan dalam memanfaatkan celah politik, tercipta kesempatan bagi gerakan sosial dalam pengambilan kebijakan politik nasional. “Persoalannya adalah bagimana kita menciptakan semacam saluran yang memungkinkan gerakan sosial punya pengaruh dalam pengambilan kebijakan politik nasional,” tegasnya.

Ketua Partai Komunis Chile, Guillermo Teillier, mengatakan, “kehadiran orang-orang muda ini menunjukkan wajah baru dalam partai komunis.”

Di sampaing Camila Vallejo, beberapa pentolan gerakan mahasiswa tahun 2011 juga muncul sebagai kandidat, seperti  Camilo Ballesteros dan Carol Cariola.

Gerakan mahasiswa Chile, yang awalnya menuntut pendidikan gratis dan berkualitas sejak 2011 lalu, telah menggeser kehidupan politik Chile. Perdebatan tidak lagi berputar di isu pendidikan, tetapi kebutuhan untuk memberi alternatif terhadap kegagalan neoliberalisme.

Menurut Camila Vallejo, perdebatan itu telah mengarah pada mempertanyakan ulang sistim politik dan model pembangunan ekonomi Chile saat ini. “Banyak sektor rakyat merasa tidak diwakili dalam sistim politik saat ini. Ini hanya politik di segelintir elit,” ungkapnya.

Sehingga, bagi Camila Vallejo, masuk ke dalam parlemen bukanlah tujuan akhir ataupun sandaran utama gerakan. Ia percaya bahwa mobilisasi massa di jalanan tetap menjadi faktor utama untuk mendorong perubahan radikal di Chile.

Camila Vallejo adalah salah satu icon kebangkitan gerakan mahasiswa di Chile. Saat itu ia menjadi  Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile (Fech). Namanya pun mencuat di panggung internasional melalui liputan media massa.

Majalah “Guardian” Inggris menobatkan Camila Vallejo sebagai tokoh terpopuler di tahun 2011. Ia juga muncul sebagai feature “person of the year” di majalah Time. Tahun 2012 lalu, ia menerima Letelier-Moffitt Human Rights Award.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut