Butuh Solidaritas: Ratusan Brimob Kepung Desa Rato Lambu Bima

Info terbaru dari para aktivis dan warga di desa Rato, Kecamatan Lambu, Bima, menyebutkan bahwa sedikitnya 200-an anggota Brimob dikerahkan untuk mengepung desa tersebut.

Syarif Bimbim, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang sedang berada di desa Rato, melaporkan, situasi desa Rato dan sekitarnya sangat mencekam. Warga yang mendengar kabar itu sangat panik dan traumatik.

“Mereka kebingungan mau berlindung kemana. Warga sudah trauma dengan kebrutalan anggota brimob kemarin,” ujar Bimbim.

Warga desa, kata Bimbim, berusaha meminta bantuan aktivis mahasiswa, khususnya LMND, untuk mengabarkan kejadian ini ke seluruh Indonesia. “Rakyat di Lambu, khususnya desa Rato, berharap ada solidaritas rakyat Indonesia untuk menghentikan kebrutalan Brimob yang sudah masuk ke desa-desa,” ujarnya.

Menurut Bimbim, sebagian warga berusaha berlindung di hutan-hutan dan di gunung. Belum lagi, menurut Bimbim, masih ada lima warga yang sampai sekarang ini belum ditemukan dan tidak diketahui nasibnya.

Tetapi, jika Brimob tetap memaksa masuk desa dan melakukan pembersihan, maka warga desa akan melakukan perlawanan. “Mereka merasa tanah itu adalah warisan leluhur. Di sana ada sumber air yang menjadi sumber kehidupan warga dari berbagai desa. Rakyat tidak rela tanahnya dikuasai perusahaan,” katanya.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut