Buka Puisi Bersama: Solidaritas Seniman Kerakyatan untuk Korban Kebakaran

Sejumlah seniman dibawah payung Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) memberikan solidaritas lewat tampilan seninya terhadap warga korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan Utara, Jakarta Barat pada Sabtu (2/6/2018).

Mengangkat tema “Tanah Untuk Rakyat” puluhan penampil menyajikan puisi dan lagu-lagu, tercatat nama-nama seperti; Marawis Taman Kota, ISBA Band, Yeni Fardilla, Meti Esya, Bella & Willy, Dewi Arimbi, Dewi Nova, Unsar, Ragil Biru, Apuet Saartje, Mas Dwi dan yang lainnya bergilir mengisi panggung solidaritas.

Dua ratusan warga korban kebakaran menyaksikan acara malam itu, tampak hadir juga tokoh masyarakat setempat, Ketua RT Bapak Sularsono, Koordinator Posko Kebakaran Bapak Sunyoto, Koordinator Posko Nasional Menangkan Pancasila Ahmad Rifai, serta para Ketua Umum ormas-ormas progresif beserta jajaran pengurusnya; SRMI, LMND, API Kartini, dan FNPBI.

Untuk diketahui, acara tersebut iadakan di atas tanah warga RT 16 RW 04 dimana ada ratusan rumah di area pemukiman tersebut dan dihuni tak kurang dari 240 kepala keluarga (KK) telah kehilangan tempat tinggal juga harta benda. Tapi saat warga ingin membangun kembali rumah mereka dari puing-puing kebakaran tiba-tiba mendapat kabar bahwa pihak Kecamatan dan Kelurahan setempat mengeluarkan perintah pembongkaran.

Koordinator Posko Kebakaran Bapak Sunyoto dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pekerja seni yang telah mendukung dan menguatkan secara moril warga korban kebakaran.

Dia juga berterima kasih atas segala bantuan yang datang mengalir guna meringankan beban korban. Dia mengungkapkan, warga menerima bantuan baik berupa 10 ton beras, mie instan, pakaian dan selimut.

“Mudah-mudahan Beliau Beliau yang telah ihklas menyisihkan harta dan materinya kepada korban kebakaran Taman Kota mendapat pahala yang berlimpah ruah serta dilancarkan rejekinya. Amin”, pungkasnya.

Acara ditutup penampilan Roso Suroso dan AJ. Susmana. Roso yang telah menghasilkan dua buku kumpulan puisi “Aku Tak Butuh Lagi Bualanmu” dan “Empat Puluh Lima Tahun” tampil garang lewat syair-syairnya. Sementara AJ. Susmana yang satu-dua tahun kedepan bersiap melepas sebuah novel sejarah yang diyakininya sebagai karya master piece “Menghadang Kubilai Khan” membaca sebuah sajak yang berjudul “Legenda Filsafat”. *

SUKIR ANGGRAENI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut