Bimbingan Belajar Rakyat Miskin Kian Populer

Sungguhpun dijalankan dengan swadaya sendiri, bimbingan belajar Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) di kecamatan Bubutan, Surabaya, makin populer di tengah-tengah rakyat.

Baru sebulan lebih berjalan, nama pusat bimbingan belajar SRMI kian dikenal. Karenanya, mulai banyak pihak yang memberikan dukungan dan menawarkan bantuan secara konkret.

Salah satunya adalah Hj. Siti Komariah, yang juga dikenal sebagai ketua PKK RW2. Bahkan, menurut ibu Komariah–sapaan akrab Hj. Siti Komariah, pihak kelurahan pun sudah mengetahui dan menyetujui keberadaan bimbel ini.

Selain jumlah murid yang terus bertambah, jumlah tenaga pengajar pun terus bertambah: dari 4 orang menjadi 12 orang. Setidaknya, dengan keberadaan bimbel ini, motivasi anak-anak untuk belajar pun sangat kuat.

Menurut Haji Lukman, kepala bimbel ini dan sekaligus anggota PRD, menceritakan bagaimana respon birokrasi pada awal pendirian bimbel ini. “Dulu kami sering menyodorkan proposal kerjasama dengan birokrasi, tetapi sengaja diabaikan. Tetapi sekarang banyak pihak yang menawarkan bantuan,” katanya.

Salah satu pihak yang sekarang ini sangat getol menawarkan bantuan adalah sebuah Rumah Zakat di jalan Gundih, Gg. 2, yang letaknya hanya beberapa meter dari tempat bimbel SRMI. “Mereka menawarkan susu kepada murid setiap kali masuk,” kata Haji Lukman.

Bukan hanya itu, guna mengimbangi perkembangan bimbel SRMI, Rumah Zakat juga menyelenggarakan bimbel serupa dengan jadwal yang sama. “Dulunya mereka sama sekali tidak punya perhatian, sekarang berusaha menggeliat,” katanya.

Tapi rakyat di daerah Kecamatan Bubutan tetap memilih Bimbel SRMI. “para aktivis SRMI mendirikan bimbel benar-benar untuk membantu rakyat miskin. Mereka bekerja secara sukarela dan tak kenal menyerah,” tegasnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut