Angin Perubahan Bertiup Dalam Universitas Di Kuba

Pendidikan di Universitas di Kuba sedang mengalami perubahan besar. Kekuatan di belakang perubahan ini adalah gelombang reformasi ekonomi yang bergerak di tengah-tengah rakyat Kuba. Kata pemimpin Kuba, reformasi diperlukan untuk melestarikan sosialisme.

Banyak yang mengakui sukses Kuba dalam membuat pendidikan bisa diakses dan berguna secara sosial bagi rakyat. Ini merupakan salah satu pencapaian Revolusi Kuba. Katanya, seperlima dari rakyat Kuba pernah terdaftar di Universitas. Jumlah Universitas di Kuba meningkat dari 3 pada tahun 1959 menjadi 67 saat ini. Dan sebelas persen ilmuwan Amerika Latin mendapat gelar PhD-nya di Kuba.

Di permulaan tahun 2000, pada yang disebut universitas berbasis kota/kabupaten dimulailah, dengan menawarkan kursus di televisi, pendidikan universitas diperluas ke kota-kota kecil dan pedesaan. Kemudian sesuatu pun terjadi: jumlah pendaftar universitas berkurang 122,193 pada tahun ajaran 2011-2012. Dari 744,000 pendaftar pada tahun ajaran 2007-2008, jumlahnya telah jatuh dalam empat tahun hingga 351.000.

Pengetatan syarat untuk memasuki universitas berkontribusi pada menurunnya jumlah pendaftar. Tetapi faktor lain juga berpengaruh. Sebagian pejabat universitas mengatakan, kurikulum universitas kurang relevan dalam situasi sebuah negara yang sedang mengalami perubahan ekonomi. Mahasiswa pada umumnya telah belajar kedokteran, bioteknologi, ilmu informasi, pariwisata, pedagogi, ilmu sosial, dan humaniora. Namun, tidak semua kurikulum itu sesuai dengan kebutuhan sekarang—terutama, katanya, dua yang terakhir.

Pejabat pendidikan juga berurusan dengan masalah penurunan jumlah guru. Upah yang rendah memaksa sebagian guru bekerja paruh waktu atau meninggalkan profesi. Khawatir bahwa ruang kelas penuh akan menurunkan kualitas pendidikan universitas, maka pemerintah berusaha mencari guru pengganti, termasuk upaya merekrut pensiunan guru.

Pendanaan pendidikan di Kuba masih tetap stabil: 12,9% dari PDB pada tahun 2010, naik dari 11,9% pada tahun 2007. Itulah yang tertinggi di dunia selain Timor Leste, kata Bank Dunia. Biaya pembayaran di universitas—mahasiswa tidak membayar apapun—mencapai 4,4% dari PDB. Realokasi dianggap diperlukan, bagaimanapun, diantaranya dengan pengurangan bea siswa untuk mahasiswa asing yang sedang belajar di Sekolah Kedokteran Amerika Latin–milik Kuba.

Perubahan pendidikan universitas di Kuba digagas. Di tengah ‘perubahan mendasar’ akibat reformasi ekonomi, kementerian pendidikan menginginkan universitas mempromosikan inovasi keilmuwan dan teknik, melaksanakan penelitian yang menguntungkan rakyat dan ekonomi negara, memberikan dukungan khusus pada pelajar sekolah dasar, dan menyiapkan sarjana yang sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing. Pendaftaran universitas harus ditingkatkan, katanya.

Situs Kementerian Pendidikan menyebut tujuan perubahan pendidikan ini: mencapai ketepatan yang lebih besar, efisiensi, rasionalitas, dan integrasi seluruh kursus. Kuba ingin melatih “para profesional yang sangat kompeten dan berkomitmen untuk prinsip-prinsip masyarakat dan revolusioner.”

Penekanan telah beralih pada pelatihan kejuruan, dan makin menjauh dari proses belajar tanpa aplikasi langsung. Makin banyak murid yang dipersiapkan untuk menjadi teknisi dan spesialis di bidang pertanian. Tujuannya: merevitalisasi sektor produktif negara…terutama tanah. Maklum, selama ini Kuba mengimpor kebutuhan pangannya dan hal itu sangat membebani keuangan negara. Membangun pertanian di dalam negeri adalah salah satu tujuan reformasi ekonomi saat ini.

Dalam beberapa hal, reorientasi pendidikan adalah kembali pada akar revolusioner Kuba. Berbicara pada mahasiswa Universitas pada tahun 1959, Che Guevara menyarankan universitas untuk mempersiapkan siswa dengan pekerjaan praktis di “hati rakyat”.

Che mengatakan, universitas-universitas adalah milik rakyat. Pada tahun 1962, Che menjelaskan (untuk kebutuhan saat itu), “demi masa depan pengembangan industri kayu besar diperlukan banyak insinyur dan ribuan teknisi.”

Ia menekankan agar para teknisi dan mahasiswa berhubungan erat dengan pekerjaan manual.

W. T. WHITNEY JR / Peoples World

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut