Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Sudah Sampai Ke Pelosok

Aksi massa menolak kenaikan harga BBM mulai melintasi kota-kota besar menuju ke pelosok-pelosok. Di Bulukumba, Sulawesi Selatan, puluhan massa aksi yang tergabung Front Pergerakan Rakyat (FGR) menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM.

Aksi massa FGR ini dilakukan di Bundaran Teko depan kampus STKIP Bulukumba. FGR sendiri merupakan gabungan sejumlah organisasi, seperti Gerakan Rakyat Peduli Mapua (GRPM), Selatan Cultur Institute (SCI), Jaringan Pergerakan Rakyat (JPR) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

“Kehidupan rakyat sudah sangat sulit. Jangan lagi ditambah dengan kenaikan harga BBM. Itu sama saja membunuh rakyat,” ujar Arfah, aktivis dari SRMI Kabupaten Bulukumba.

Menurut Arfah, kenaikan harga BBM juga akan berdampak pada kehidupan rakyat di kota dan desa. Di desa, kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan ongkos produksi pertanian dan kenaikan harga sembako.

Selain itu, kata Arfah, pemerintah jangan coba-coba menyogok rakyat dengan dana kompensasi BBM. “Dana kompensasi tidak sebanding dengan beban sosial-ekonomi yang ditanggung rakyat akibat kenaikan harga BBM,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah punya itikad membantu rakyat, maka harga BBM harus tetap disubsidi dan program sosial diperluas.

JAKFAR

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut