100 Tokoh Ikrarkan Perlawanan Terhadap Rejim Kebohongan

Oposisi terbuka terhadap pemerintahan SBY dari hari kehari semakin meluas, bukan saja tokoh lintas agama yang sudah bersuara minggu lalu, tetapi kini melibatkan 100 tokoh dari berbagai organisasi politik.

Bertempat di Gedung Juang 45 Jakarta, tempat dimana dulu para pemuda radikal menggagas kemerdekaan Indonesia, 100 tokoh lintas organisasi politik kini berkumpul dan mendeklarasikan tahun 2011 sebagai “tahun kebenaran”.

Pertemuan 100 tokoh lintas organisasi politik ini disebut pertemuan meja bundar, tapi bukan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang merestorasi kolonialisme itu, melainkan pertemuan untuk menyatakan perlawanan terhadap neo-kolonialisme.

Sejumlah tokoh yang hadir, antara lain: Rizal Ramli, Yudi Latif, Yuddy Chrisnandi (Hanura), Permadi (Gerindra), Ahmad Yani (PPP), Mahfudz Siddiq (PKS), Indra J Piliang (Golkar), Fuad Bawazier (Hanura), Firman Djaya Daeli (PDIP), Effendi Choirie (PKB), mantan KSAD Tyasno Sudarto, Adi Massardi, dan Martin Hutabarat.

Teriakan “Ganti Rezim, Ganti Sistem” berkali-kali bergema dalam ruangan yang tidak terlalu besar ini. Sejumlah poster bergambar SBY-Budiono, dengan tulisan “Ganti Rezim, Ganti Sistem” di bawahnya, juga terlihat diacung-acungkan oleh sejumlah peserta pertemuan ini.

Tahun 2011: Tahun Kebenaran!

Rizal Ramli, yang menjadi inisiator utama dari pertemuan ini, membuka diskusi dengan membacakan pidato bertema “Tahun 2011: Tahun Kebenaran!”

Dalam pidatonya Rizal Ramli menyoroti enam tahun pemerintahan SBY yang penuh dengan pencitraan dan bungkus palsu, tetapi sangat miskin dengan prestasi yang menonjol.

“Pendapatan rakyat tetap dan sangat kecil, tetapi harga makanan, pendidikan, kesehatan, dan energi semakin mahal karena disesuaikan dengan pasar internasional,” katanya.

Lebih lanjut, mantan tokoh gerakan mahasiswa 1977-78 ini menambahkan, pemerintah hanya sibuk menonjolkan keberhasilan “kepala kerbau” yang memang sangat dinamis karena harga komoditas yang tinggi dan aliran uang panas, tetapi “kepala kerbau” itu hanya dinikmati 10% dari rakyat Indonesia yang paling atas.

Untuk itu, Rizal Ramli mengajak semua pihak untuk berani menyatakan kebenaran, membongkar berbagai kepalsuan, dan kebohongan.

“Kami percaya mayoritas bangsa kita adalah orang baik-baik. Akan tetapi, mayoritas yang baik-baik itu hanya diam dan berbisik-bisik, sehingga para bandit yang sesungguhnya minoritas makin berani merusak sendi kehidupan bernegara,” katanya.

Harus gerakan massa

Salah satu tokoh dari 100 tokoh yang hadir, yaitu Effendi Choirie alias Gus Choi, menyatakan bahwa jalan pemakzulan terhadap SBY hampir mustahil untuk dilakukan.

Sebaliknya, Gus Choi justru percaya bahwa gerakan massa yang terpimpin akan jauh lebih efektif, tetapi syaratnya harus dipimpin tokoh sentral seperti Amein Rais dan Gus Dur pada tahun 1998.

Ia pun menyambut baik kemunculan tokoh lintas agama, yang minggu lalu menyampaikan kritik terhadap pemerintahan SBY.

“Kelompok agama ini cukup diterima, mewakili legitimasi berbagai macam elemen. Mahasiswa tinggal ikut,” jelasnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut