PRD Makassar Tuntut Nasionalisasi Freeport

Ratusan anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar aksi massa untuk menuntut pemerintahan Jokowi-JK segera menasionalisasi PT Freeport Indonesia.

Aksi yang digelar di bawah jembatan layang Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (9/2/2016) itu melibatkan pemuda dan ibu-ibu yang menjadi anggota partai berlambang bintang gerigi itu.

“Sudah hampir setengah abad Freeport mengeksploitasi kekayaan alam di Papua, tetapi tidak untungnya bagi bangsa Indonesia dan rakyat Papua,” ujar Ade Zainal Muttaqim, pengurus PRD kota Makassar.

Menurut Ade, Freeport menerapkan model pertambangan yang merugikan Indonesia. Sejak menjalani kontrak dengan pemerintah Indonesia, Freeport hanya membayar royalti untuk emas 1 persen dan tembaga 1,5 persen.

“Pada tahun 2009, Freeport membawa untung sebesar 5,9 miliar USD. Sementara Papua menjadi daerah termiskin di Indonesia,” kata Ade.

Selain itu, lanjut Ade, operasi pertambangan Freeport juga merusak lingkungan dan memicu pelanggaran HAM. Merujuk pada temuan JATAM, Freeport telah membuang limbah tailing ke ke Sungai Aghawagon, Otomona dan Ajkwa sebanyak 1,187 miliar ton.

Yang terpenting lagi, kata Ade, Freeport berulangkali mengangkangi kedaulatan Indonesia. Dia mencontohkan, ketika pemerintah menerapkan larangan ekspor bahan mentah dan konsentrat, Freeport tetap ngotot melakukanya.

“Karena itu, kalau Pak Jokowi memang konsisten dengan Trisakti dan patuh pada Konstitusi (Pasal 33 UUD 1945), maka segeralah mengambilalih Freeport,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, sejumlah aktivis PRD menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan keserakahan Freeport. Mereka juga menyanyikan Mars PRD dan lagu-lagu perjuangan.

Sebelum mengakhiri aksinya, massa aksi PRD ini membacakan pernyataan sikap.

Salma Suyuti

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid