Pemilu Venezuela: Sayap Kanan Berhasil Kuasai Parlemen

Hasil Pemilu Legislatif Venezuela, Minggu (6/12/2015), menjadi pukulan telak bagi Revolusi Bolivarian yang sudah berlangsung selama 16 tahun.

Betapa tidak, Majelis Nasional (parlemen Venezuela) kini dikuasai oleh oposisi. Koalisi partai oposisi, Democratic Unity Roundtable (MUD), berhasil meraih 99 kursi. Sedangkan koalisi sosialis yang sedang berkuasa, Great Patriotic Pole (GPP), hanya mendapat 46 kursi.

Masih ada 19 kursi yang belum diumumkan, termasuk tiga posisi untuk masyarakat adat. Tetapi perolehan suara oposisi itu sudah memastikan mereka menjadi kekuatan mayoritas di parlemen.

Pemilu sendiri berjalan aman. Sebanyak 19 juta orang terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu kali ini. Tingkat partisipasi cukup tinggi, yakni 74 persen. Lebih tinggi dari pemilu legislatif sebelumnya yang hanya 66,45 persen.

Pihak oposisi sendiri berpesta pora setelah kemenangan ini. “Hasilnya seperti yang kami harapkan. Orang Venezuela menang. Hasilnya mutlak,” tulis mantan calon Presiden dari sayap kanan, Henrique Capriles, melalui laman twitternya.

Revolusi Belum Kalah

Presiden Venezuela Nicolas Maduro sudah menyatakan menerima hasil pemilu. ‘Konstitusi dan demokrasi menang, kami menerima dan mengakui hasil (Pemilu) ini,” ujar Presiden Maduro.

Lebih lanjut, Maduro berterima kasih kepada pekerja penyelenggara pemilu dan angkatan bersenjata karena telah bekerja maksimal untuk menyukseskan pemilu.

Dalam pernyataannya, Maduro meminta pihak oposisi dan pendukungnya untuk menghentikan “perang ekonomi” dan mulai menghormati hukum.

Dia juga berseru kepada pendukungya, yakni pendukung revolusi Bolivarian, untuk mengambil pelajaran berharga dari kekalahan ini.

“Kita kalah dalam pertempuran hari ini, tetapi perjuangan untuk sosialisme baru saja dimulai. Anggap ini tamparan yang membangunkan kita untuk bertindak,” ujar Maduro.

Namun demikian, kemenangan oposisi diperkirakan akan menjadi halangan serius bagi laju revolusi Bolivarian. Proyek revolusi Bolivarian akan diganjal oleh parlemen yang dikuasai oleh pihak oposisi.

Carlos Ortega, seorang pensiunan, mengaku khawatir dengan kemenangan oposisi ini. “Ini akan menjadi buruk bagi kami. Pensiunku akan hilang,” katanya.

Situasi ini juga akan mempengaruhi penampilan politik internasional Venezuela, terutama di Amerika Latin. Dengan kekalahan di Argentina, dan sekarang di Venezuela, tidak menutup kemungkinan arus balik akan terjadi. Itu kalau Chavista, istilah yang disematkan pada pendukung Chavez, tidak mengambil pelajaran dari kekalahan hari ini.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid