Meski Dililit Krisis, Venezuela Tetap Cetak Jutaan Buku Gratis

Harga minyak dunia terus merosot ke level di bawah 40 dollar AS per barrel. Situasi tersebut merupakan hantaman keras bagi ekonomi Venezuela.

Untuk diketahui, 90 persen penerimaan Venezuela bersumber dari pendapatan minyak. Walhasil, ketika harga minyak dunia terjun bebas, penerimaan negara Venezuela pun cekak.

Namun demikian, Presiden Venezuela Nicolas Maduro sudah berjanji tidak akan memangkas program sosialnya. Termasuk tidak akan menghentikan kebijakan populer di bidang pendidikan.

“Sekarang harga minyak Venezuela di angka 40 dollar AS per barel. Tetapi itu tidak akan mengganggu rencana pendidikan kita, aku bersumpah. Pendidikan kita akan terus bergerak maju, yaitu pendidikan gratis berkualitas di negeri yang sedang membangun sosialisme,” kata Presiden Nicolas Maduro.

Sejak berkuasa, Chaves sangat memperhatikan dunia pendidikan. Bukan hanya mendorong pendidikan gratis dan berkualitas untuk memastikan seluruh rakyat Venezuela bisa mengakses pendidikan. Tetapi juga memassalkan pengetahuan melalui produksi massal buku-buku gratis.

“Baca, baca, baca, dan baca. Itulah slogan kita setiap hari,” kata Chavez saat meluncurkan gerakan membaca pada April 2009.

Sejak itu, jutaan buku-buku gratis dicetak untuk disebarkan kepada seluruh anak negeri. Termasuk buku Don Quixote karya Miguel de Cervantes, Les Miserables karya Victor Hugo, dan Das Capital karya Marx dan Engels.

Tentu saja, untuk mendanai proyek mulia ini, pemerintah harus menggelontorkan dana besar. Sebagai misal, pada tahun 2011, pemerintah menggelontorkan lebih dari 45 juta dollar AS.

“Inilah bedanya kapitalisme dengan sosialisme. Ini bukan soal uang, tapi soal nilai,” kata Chavez mengomentari soal anggaran besar itu.

Setiap tahunnya, pemerintah Venezuela mencetak 30 juta buku dwi-bahasa untuk dibagikan gratis bagi pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Pemerintah sendiri menargetkan 100 juta buku.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program tablet dan laptop gratis bagi anak sekolah menengah pertama, menengah atas, dan universitas. Di tahun 2015 ini saja, ada 4 juta anak dan pemuda yang punya laptop gratis di tangan mereka.

Selain itu, untuk tahun ajaran 2015-2016 ini, pemerintahan Bolivarian akan membagikan tas ransel Bolivarian yang berisi perlengkapan sekolah, seperti buku, pulpen, pensil, penggaris, dan lain sebagainya.

Selain melalui produksi buku massal, Venezuela juga rutin menggelar Festival Buku Internasional (FILVEN). Kegiatan yang bermula sejak tahun 2005 ini dimaksudkan untuk memassalkan budaya membaca dan menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Dalam FILVEN 2015 ini, ada 600 kegiatan yang berkaitan dengan membaca, workshop menulis, sastra, puisi, bedah buku, pemutaran film, pementasan seni, dan lain-lain.

Begitulah, betapa Revolusi telah memassalkan pengetahuan kepada rakyatnya.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Tags: