YLBHI Kecam Penembakan Warga Di Morowali

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menganggap kasus penembakan oleh Polisi terhadap warga di Morowali, Sulawesi Tengah, pada Senin (22/8) lalu, sebagai tindakan brutal, extra excessive dan extra judicial killing terhadap rakyat.

Menurut YLBHI dalam siaran persnya (24/8), penyelesaian persoalan unjuk rasa warga yang dilakukan oleh kepolisian sangat berlebihan, sewenang-wenang, dan mengabaikan prinsip Hak Azasi Manusia (HAM).

“Aksi protes warga ini tidak bisa dilihat dari sisi Perusahaan semata, melainkan harus dilihat secara menyeluruh dan komprehensif, “ kata Abdul Kadir Wokanubun, Direktur Advokasi dan Kampanye YLBHI.

Menurutnya, persoalan tersebut merupakan akumulasi dari persoalan eksploitasi sumber daya alam yang dirasa melimpah tetapi tidak memberikan keuntungan positif bagi masyarakat sekitar.

Ia juga menegaskan bahwa Konflik ini terjadi akibat pola dan akumulasi modal yang bernuansa distribusi tidak simbang secara spasial, bentuk-bentuk akses dan kontrol terhadap sumber daya yang juga tidak merata.

Selain mengecam keras penembakan warga, YLBHI juga mendesak kepolisian Sulawesi Tengah segera membebaskan 22 orang warga yang ditangkap.

YLBHI juga mendesak Kepolisian untuk melakukan investigasi dan memproses terhadap oknum anggota Polisi yang telah melakukan penembakan terhadap warga di Morowali itu.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut