Serikat Buruh, Mahasiswa Dan Oposisi Chile Memulai Pemogokan Nasional

Jutaan orang terlibat dalam hari pertama pemogokan nasional di Chile, siang (24/8) tadi, sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan kanan Sebastian Pinera dan menuntut perubahan mendasar terhadap struktur ekonomi-politik negeri itu.

Sebagian besar peserta mogok adalah serikat buruh, gerakan mahasiswa, dan partai-partai politik oposisi. Mereka bersatu dalam satu platform untuk mendorong perubahan sosial menyeluruh di Chile.

Dalam aksinya, para pemogok memukul panci dan wajan. Konon, menurut organiser protes, aksi protes semacam ini pernah dilakukan semasa melawan kediktatoran Pinochet.

Sebagian demonstran juga membawa poster dan baliho besar bergambar Salvador Allende, presiden sosialis Chile yang digulingkan oleh kolaborasi CIA dan Augusto Pinochet.

Menurut Arturo Martinez, presiden CUT (Confederacion General de Trabajadores) –federasi serikat buruh terbesar di Chile, sedikitnya 80 organisasi sosial dan serikat buruh terlibat dalam pemogokan nasional ini.

“Pemogokan ini mengekspresikan tuntutan seluruh rakyat Chile agar hak sosial ekonomi mereka diharga, ada model ekonomi baru, ada konstitusi baru, dan ada hukum perburuhan baru,” katanya.

Pemogokan nasional ini akan berlangsung dua hari: Rabu dan Kamis. Para pelajar dan mahasiswa membawa tuntutan reformasi pendidikan, seperti pendidikan gratis untuk seluruh rakyat dan perbaikan kualitas pendidikan. Sedangkan para pekerja membawa isu reformasi UU ketenagakerjaan terkait jaminan kesehatan.

Para sopor taksi dan sopir bus juga berjanji untuk melumpuhkan layanan transportasi di seluruh kota-kota besar di Chile. Koalisi oposisi partai politik kiri tengah dan kiri (Concertación) menyatakan mendukung dan berpartisipasi dalam pemogokan ini.

Perlawanan mahasiswa dan rakyat Chile dalam beberapa bulan terakhir disebut terbesar sejak kejatuhan Pinochet.

Pemerintahan Pinera menuding aksi pemogokan ini “sengaja melukai negara” dan hendak melumpuhkan pemerintahannya. Akan tetapi, pemerintahan berhaluan kanan dan pro-AS ini tidak bisa menutupi meluasnya ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahannya. Popularitas pemerintahan Pinera telah merosot menjadi 26%.

Saat ini Presiden Sebastian Pinera sedang mengundang menteri-menterinya untuk membahas cara memulihkan ketertiban. Ada kemungkinan presiden sayap kanan ini akan membuat hukum darurat untuk mengundang militer menindas gerakan rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut