Warisan Buruk ‘Si Wanita Besi’

Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, meninggal dunia pada Senin (8/4/2013). Namun, rupanya, politisi yang dijuluki “Si Wanita Besi” atau “Iron Lady” meninggalkan kesan buruk bagi rakyat Irlandia.

Pemimpin Republikan Irlandia (Sinn Fein), Gerry Adams, menganggap Margaret Thatcher menyebabkan “penderitaan besar” di Irlandia dan banyak kebijakannya di negeri itu sepenuhnya gagal.

Thatcher merupakan sosok paling dibenci oleh gerakan nasionalis di Irlandia. Selama berkuasa dari 1979 hingga 1990, 10 tahanan politik Irlandia meninggal di penjara setelah menggelar aksi mogok makan.

“Kebijakan militeristiknya yang kejam menyebabkan penderitaan besar,” kata Adam.

Adam juga menuding Thatcher menggunakan sensor, kolusi, dan membunuh warga biasa melalui operasi tertutup dan menolak hak warga negara untuk memilih partai pilihan mereka.

Adam juga mengungkapkan, selain melukai rakyat Irlandia, kebijakan Thatcher juga melukai rakyat Inggris. “Komunitas klas pekerja Inggris terpukul karena kebijakannya,” kata Adam.

Dalam politik internasional, ungkap Adam, Thatcher juga meninggalkan jejak yang buruk, seperti dukungannya terhadap kediktatoran Pinochet di Chile, menyokong penuh Khmer Merah di Kamboja, dan menentang pemberlakuan sanksi terhadap apartheid di Afrika Selatan.

Kematian Thatcher Dirayakan

Di sejumlah tempat di Inggris, seperti di Brixton, London Selatan, kematian Thatcher dirayakan. Selain di Brixton, perayaan juga digelar di Kota Bristol, Liverpool, Newcastle, dan Manchester.

Saat mendengar kabar kematian Thatcher, beberapa delegasi konferensi National Union of Students di Sheffield bersorak dan bertepuk tangan begitu mendengar kabar kematian Thatcher.

Selama berkuasa, Thatcher sangat anti serikat buruh. Pemogokan buruh tambang ditindas dengan kejam. Akibatnya, 3 juta orang Inggris menganggur. Industri Inggris terperosok di bibir kehancuran.

Thatcher memberlakukan kebijakan neoliberal yang brutal: pemotongan anggaran sosial, pemotongan pajak orang kaya, deregulasi sektor finansial, privatisasi perusahaan negara dan layanan publik, dan menghancurkan serikat buruh.

Thatcher juga meninggalkan warisan negatif bagi Argentina. Di tengah krisis atas pemerintahannya, Maggie—panggilan Thatcher—melecutkan  sentimen nasionalisme di kepulauan Falkland. Thatcher tidak butuh pertimbangan banyak untuk menenggelamkan kapal perang Argentina, Belgrano, yang menewaskan 368 pelaut Argentina.

Raymond Samuel 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut