Toyib: Ikut Long-March Petani Agar Tak Ada Lagi Anak Putus Sekolah

Long March Petani

Ada banyak alasan ketika seseorang bergabung dalam perjuangan. Begitu pula dengan Toyib, pemuda usia 15 tahun asal Kunangan Jaya, Batanghari, Jambi, yang terlibat dalam aksi jalan kaki 1000 km (Jambi-Jakarta) bersama petani Jambi dan Mesuji (Lampung).

Toyib mengaku, dirinya ikut bergabung dalam aksi jalan kaki bersama petani Jambi itu demi memperjuangkan pendidikan gratis. Toyib yakin, kalau pasal 33 UUD 1945 ditegakkan, maka rakyat bisa berdaulat terhadap sumber daya alam, termasuk tanah.

“Kalau petani diberi tanah, maka dia bisa membiayai sekolah anaknya. Juga, kalau kekayaan alam dikuasai negara, maka pendidikan bisa gratis,” ujar Toyib.

Toyib sendiri adalah korban dari mahalnya biaya pendidikan di Republik ini. Ia sempat mengenyam pendidikan hingga klas 3 di SMP Negeri 36 Muaro Jambi. Sayang, karena ketiadaan biaya, cita-cita Toyib kandas di tengah jalan.

“Saya ingin sekali sekolah hingga Universitas. Tetapi orang tua saya tidak punya biaya, jadi putus di tengah jalan. Saya tidak mau anak-anak setelah generasi saya merasakan nasib seperti saya,” ujar Toyib.

Toyib, yang sekarang ini bekerja sebagai petani, berharap agar tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah. Ia ingin cita-cita pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bisa terlaksana di masa mendatang.

Karena itu, bersama petani Jambi dan Mesuji, Toyib ikut berjalan kaki sejauh 1000 kilometer. Ia sangat berkeinginan melihat pemerintah melaksanakan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960. Ia pun didaulat sebagai peserta termuda dalam aksi tersebut.

Di sepanjang perjalanan, Toyib mengaku banyak menimba pengalaman dan pengetahuan baru. “Selain mendapat banyak kenalan baru, saya juga mendapat banyak pengetahuan baru dan tambah pengalamn,” kata Toyib.

Meskipun putus sekolah, Toyib tidak pantang menyerah. Ia bergabung dengan Serikat Tani Nasional (STN) untuk memperdalam pengetahuan dan sekaligus berjuang. Ia pun begitu fasih menjelaskan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

Toyib optimis bahwa suatu hari nanti perjuangan rakyat Indonesa akan mencapai cita-citanya, yaitu menegakkan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960, demi mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut