Tolak Ruislag SD Gaddong, Warga Dan Murid Kembali Datangi DPRD

Puluhan warga dan murid SD Gaddong Makassar kembali menggelar aksi protes di kantor DPRD Sulsel, siang tadi (28/9). Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana ruislag (tukar guling) sekolahnya.

Dalam aksi tadi, warga dan murid SD Gaddong mempertanyakan respon DPRD terkait rencana ruislag itu. Selain itu, mereka juga menagih komitmen DPRD pertemuan antar berbagai pihak untuk membahas persoalan tersebut.

Warga dan murid SD ini langsung diterima oleh komisi E DPRD Sulsel. Dua orang anggota DPRD, Jafar Sodding (PKS) dan Andi Mustamang (PDK), langsung berhadapan dengan tuntutan warga.

Ditagih soal pertemuan antar berbagai pihak itu, kedua anggota DPRD ini baru buru-buru menghubungi  pejabat Dinas Pendidikan Sulsel dan biro asset Pemda Sulsel.

Kedua pejabat yang dihubungi itu mengaku tidak tahu menahu dan belum mendengar persoalan ini.

Beberapa saat kemudian, pihak DPRD menjanjikan bahwa pihaknya siap memfasilitasi para pihak dalam sebuah dialog bersama.

Mendapat sedikit kepastian dari DPRD, warga dan murid SD pun mulai keluar ruangan. Mereka menggelar orasi-orasi sebentar di teras depan gedung DPRD. Mereka berjanji akan mengawal terus kasus ini, hingga rencana ruislag itu benar-benar dibatalkan.

Bagi massa aksi, rencana ruislag itu benar-benar sebuah ancaman terhadap jalannya proses belajar-mengajar di SD Gaddong. “Kami mempertanyakan komitmen pemerintah terkait tugas mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau ruislag terus berjalan, maka kami anggap pemerintah tidak peduli dengan pendidikan,” kata Dg Baji, aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), organisasi kerakyatan yang tergabung dengan warga dan murid dalam perjuangan ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut