Tim Non-Unggulan Berikan Kejutan di Pertandingan Pertama Piala Dunia 2010

Kamis, 17 Juni 2010 | 00.54 WIB | Olahraga

Oleh: Binbin Firman Tresnadi

Pertandingan pertama 32 tim peserta Piala Dunia di warnai beberapa kejutan, diantaranya, kekalahan Spanyol 0-1 dari Swiss yang baru saja usai. Ini adalah kekalahan pertama Spanyol dari Swiss dalam sejarah lima kali pertemuan mereka. Juga kemampuan RDR Korea dalam mengimbangi permainan Brazil dengan menerapkan permainan yang juga relative terbuka dengan pola 4-4-2, walaupun akhirnya harus kalah 1-2.

Jika melihat keseluruhan pertandingan perdana ini, maka Jerman merupakan satu-satunya tim unggulan yang menunjukkan kualitas, yakni membantai Austrialia dengan skor 4-0. Selain itu, tim-tim unggulan lainnya belum menunjukan kualitas sejatinya. Argentina, Brazil dan Belanda masih mengandalkan skill individu pemainnya yang memang di atas rata-rata, sebagai bargain di hadapan lawan-lawannya, namun ketiga tim tersebut belum menunjukan kemampuannya sebagai tim besar yang memiliki sistem organisasi yang bagus, baik dalam menyerang maupun bertahan.

Sedangkan Italia, Inggris dan Prancis bisa dikatakan beruntung tidak mengalami kekalahan seperti Spanyol. Ketiga tim ini dalam pertandingan perdananya belum menunjukan kapasitasnya sebagai tim-tim yang pernah menjuarai piala dunia. Permainan yang disajikan oleh ketiga tim ini sangat monoton dan membosankan. Nama-nama besar yang menghuni ketiga tim ini, misalnya Cannavaro dari Italia, Ribery dari Prancis, Wayne Rooney dari Inggris seperti kehilangan roh permainannya. Aksi-aksi mereka tidak seperti yang mereka tunjukan di klub masing-masing, di mana nama-nama tersebut merupakan jaminan kemenangan bagi klub-klub yang mereka bela.

Justru yang menarik dari pertandingan perdana ini ditunjukan oleh tim-tim yang tidak di unggulkan, salah satunya, adalah Korea Selatan yang mampu menjungkalkan mantan juara Eropa Yunani dengan skor meyakinkan 2-0. Begitu juga dengan Jepang, Swiss dan Ghana yang menampilkan permainan efektif untuk dapat unggul dari lawan-lawannya.

Selama pertandingan perdana ini, peran dari gelandang serang yang memiliki kemampuan mencetak gol sekaligus otak serangan dari sebuah tim, sekaligus sebagai salah satu ciri sepak bola modern, baru ditunjukan oleh Park Jisung dari Korea Selatan, sedangan gelandang-gelandang yang selama ini mampu mensaingi jumlah gol para penyerang di klubnya, seperti Ronaldo, Kaka dan Lampard belum menunjukan tajinya sebagai otak sekaligus alternative pencetak gol di saat para penyerangnya mandul.

Memang ini baru pertandingan pertama, kita belum bisa menilai siapa yang bisa menjadi juara dunia, karena setiap tim masih harus melakoni 5 pertandingan lagi untuk dapat lolos final. Kita masih dapat berharap akan disajikan pertandingan yang benar-benar berkualitas dan menghibur pada pertandingan-pertandingan selanjutnya, tidak sekedar kemenangan yang pragmatis.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut