Survei Unggulkan Nicolas Maduro Menangi Pilpres Venezuela

Kandidat Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, saat berkampanye menjelang Pilpres 14 April 2013

Suasana persaingan politik menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) Venezuela, yang direncanakan berlangsung tanggal 14 Februari 2013, mulai memanas. Hampir semua hasil survei mengunggulkan Nicolas Maduro, yang diusung oleh Kutub Patriotik Besar (GPP)/sosialis, akan memenangi Pilpres.

Survei terbaru Venezuelan Institute of Data Analysis (IVAD) menunjukkan, Nicolas Maduro unggul 21 poin atas kandidat yang diusung oposisi sayap kanan, Henrique Capriles.

Selain itu, menurut survei itu, sebanyak 53,8 persen dari mereka yang disurvei menyatakan akan memilih Nicolas Maduro dan 30,8% akan memilih Capriles. Tak hanya itu, 64.4 persen responden menyakini Maduro akan menang, sedangkan 32,6 persen mengunggulkan Capriles.

Terkait kapasitas kedua Capres dalam mengatasi persoalan di Venezuela, sebanyak 54. 2 persen yakin pada Maduro dan hanya  32.6% yang mempercayakan kepada oposisi.

Terkait penerimaan rakyat terhadap pemerintahan Hugo Chavez selama 14 tahun, sebanyak 84.4 persen menyatakan positif dan hanya sekitar 14,6 persen yang menyatakan negatif.

Hasil survei Hinterlaces juga mengunggulkan Nicolas Maduro. Menurut survei lembaga ini, jika Pilpres digelar sekarang, maka Maduro akan mendapat 50% dan Capriles akan mendapat 36%.

Sementara bocoran survei dari sebuah Perusahaan Pusat Informasi menyebutkan, sebanyak 45% rakyat Venezuela cenderung memilih kandidat sosialis Maduro, sedangkan 37% akan memilih oposisi sayap kanan Capriles.

Nicolas Maduro diusung oleh sebuah koalisi politik yang solid, yang menghimpun sejumlah partai, seperti PSUV (partai sosialis),  Partai Komunis (PCV), REDES, Tupamaro, MEP, PPT, dan Podemos, dan sekitar 3000-an organisasi gerakan sosial.

Sementara Henrique Capriles akan diusung oleh koalisi oposisi yang bernaung di bawah payung MUD/Roundtable for Democratic Unity. Sebagian besar pendukungnya adalah pengusaha, tuan tanah, kaum liberal, golongan konservatif, dan sebagian klas menengah.

Dalam beberapa bulan terakhir, mobilisasi pendukung revolusi, baik saat meninggalnya Chavez maupun saat kampanye Maduro, cukup besar, dinamis, dan bersemangat. Sementara mobilisasi di kalangan oposisi sangat kecil. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka hanya memunculkan diri melalui aksi segelintir mahasiswa yang merantai diri.

Pilpres Venezuela pada tanggal 14 April mendatang punya arti penting bagi kedua belah pihak. Bagi kekuatan revolusi, Pilpres mendatang merupakan pengujian terhadap daya tahan revolusi setelah Chavez secara fisik tidak ada lagi. Sementara bagi oposisi, Pilpres mendatang merupakan kesempatan mengakhiri revolusi dan memutar-balik Venezuela kembali ke belakang.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut