Sukarno dan Kartini di Daftar Pejuang Anti Kolonial Dunia

Tanggal 24 April kemarin, yang bertepatan dengan Hari Anti-Kolonialisme Sedunia, media progressif Amerika Latin teleSUR membuat galeri gambar tentang 10 pejuang anti-kolonial yang memimpin perjuangan kemerdekaan.

Dari 10 tokoh pejuang itu, ada dua orang dari Indonesia, yaitu Sukarno dan Kartini. Kedua pejuang kemerdekaan Indonesia itu disejajarkan dengan nama-nama besar lainnya, seperti Kwame Nkrumah (Ghana), Mahatma Gandhi (India), Thomas Sangkara (Burkina Faso) dan Frantz Fanon (Afrika).

Yang menarik adalah munculnya nama Kartini. Di situ dia ditulis dengan gelarnya: Raden Ajeng Kartini. Selain itu, Di situ juga Kartini diperkenalkan sebagai “seorang nasionalis Indonesia berpengaruh yang memenangkan Kemerdekaan dari Belanda serta mengadvokasi hak dan pendidikan perempuan”.

Selain itu, Kartini disejajarkan dengan pejuang perempuan lain, seperti Haydee Santamaria (Kuba), Nguyen Thi Minh Khai (Vietnam), Leila Khalid (Palestina), dan Harriet Tubman (pejuang anti-perbudakan AS).

Sedangkan pengenalan Sukarno diwarnai kesalahan. Di situ Sukarno disebut Perdana Menteri pertama Republik Indonesia. Yang benar, Sukarno adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Sementara Perdana Menteri Indonesia di awal Kemerdekaan adalah Sjahrir.

Tanggap 24 April, yang disebut oleh teleSUR sebagai Hari Anti-Kolonialisme Sedunia, merujuk pada penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, Indonesia.

Tanggal 24 April juga mengacu pada “Pemberontakan Paskah”, yaitu pemberontakan pertama rakyat Irlandia untuk menentang kolonialisme Inggris. Pemberontakan Paskah meletus tanggal 24 April 1916.

Risal Kurnia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut