Serikat Pekerja Korban Union Busting Akan Tagih Janji Menakertrans

Serikat Pekerja Londre Indonesia, LBH Jakarta, dan Komite Untuk Kebebasan Berserikat (KUKB) berencana menggelar aksi massa di Kantor Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), besok pagi (30/5).

Dalam pernyataan pers yang disebarkan kepada media massa, para pekerja ini akan menagih janji Menakertrans, Muhaimin Iskandar, terkait penyelesaian sejumlah kasus pemberangusan serikat pekerja yang berujung PHK.

Salah satu kasus yang pernah diadukan adalah kasus PHK terhadap 118 orang anggota serikat pekerja Londre karena melakukan aksi pemogokan. Selain itu, menurut data yang tercatat oleh LBH Jakarta, masih ada banyak serikat pekerja lain yang mendapat perlakuan serupa, diantaranya, Serikat Pekerja PT. PLN, Serikat Pekerja BIS, Serikat Pekerja Angkasa Pura I, Serikat Karyawan Indosiar, Serikat Pekerja Bank Swadesi, GSPB-PPBI, Serikat Pekerja DKB, dan Serikat Pekerja Tony Jack Indonesia.

Dalam aksinya besok, serikat pekerja korban Union busting, LBH Jakarta dan KUKB akan mengungkapkan sejumlah janji-janji Menakertrans yang tidak ditepati alias bohong.

Salah satu contoh: pada bulan maret 2010, Menakertrans menjanjikan akan menyelesaikan kasus union-busting yang dialami oleh SP Angkasa Pura. Akan tetapi, menurut para aktivis serikat buruh tersebut, Menakertrans tidak melakukan apa-apa, bahkan hanya diam ketika kasus pemberangusan SP angkasa pura dihentikan kasusnya oleh pihak kepolisian.

Oleh karena itu, Serikat Pekerja Londre Indonesia dan Serikat Pekerja yang menjadi korban union-busting menuntut agar Menakertrans segera melakukan tindakan cepat dan responsif untuk menyelesaikan berbagai pelaporan yang disampaikan serikat pekerja.

Selain itu, Menakertrans juga didesak untuk segera melakukan supervisi terhadap berbagai kasus Union-busting yang sudah dilaporkan ke kepolisian dan juga mendesak kepolisian untuk mempercepat penanganan perkara union-busting untuk disidangkan.

Tuntutan lainnya adalah agar Menakertrans mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengusaha di Indonesia untuk menjamin adanya kebebasan berserikat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut