Remisi Bagi Koruptor?

Belum kering mulut Presiden SBY berpidato soal anti-korupsi pada 16 Agustus lalu, sekitar 300 orang koruptor di seluruh Indonesia malah mendapat pengurangan hukuman, sementara 11 orang lainnya langsung bebas setelah masa hukumannya dikurangi. Telinga kita makin merah ketika mendengar bahwa koruptor kelas kakap juga mendengar remisi, antara lain, mantan Deputi Senior Gubernur BI Aulia Pohan, Arthalyta Suryani alias Ayin, mantan anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution, dan mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan.

Ada yang mengatakan, pemberian remisi tidak dapat dilakukan untuk koruptor dan teroris, karena kedua kejahatan tersebut tergolong sebagai kejahatan kriminal luar biasa (extraordinary crime) terhadap kemanusiaan. Bahkan, oleh United Nations Convention Agaisnt Corruption (UNCAC), kejahatan korupsi dikategorikan sebagai kejahatan hak asasi manusia (human rights crime) dan kejahatan kemanusiaan (crime against humanity).

Meskipun begitu, pemerintah yang terkenal sangat anti-rakyat ini tetap mencari segala jalan untuk mempermudah hukuman para koruptor, yakni berpegang kepada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Bagi pelaku kejahatan luar biasa, seperti terorisme dan korupsi, pengurangan hukuman bisa diterapkan bila pelaku telah menjalani sepertiga masa hukumannya. Inilah yang dikatakan oleh Hebert Adam; “manipulasi terhadap legalitas dapat dipergunakan para penguasa untuk mengubah ketidak-benaran menjadi kebenaran menurut mereka.”

Secara politik, pemberian remisi terhadap koruptor ini sangat berlawanan dengan “gembar-gembor” pemerintah untuk melawan korupsi. Bagaimana bisa membuat para koruptor itu merasa jera, jikalau mereka dibuat “senang-senang” di dalam penjara dan hukumannya pun dapat dikurangi melalui remisi. Di negeri Tiongkok, para koruptor bukannya dibagikan fasilitas mewah di dalam penjara, melainkan dibagikan peti-mati.

Selain itu, pemberian remisi bagi koruptor merupakan contoh “vulgar” mengenai kebohongan SBY terkait pemberantasan korupsi. Kita semakin sering menemukan ketidaksesuaian antara ucapan Presiden dan tindakannya. Bukankah seseorang diukur dari kesesuaian antara ucapan dan tindakannya?

Menurut Indonesian Corruption Watch (ICW), tren (kecenderungan) korupsi di Indonesia pada semester I-2010 meningkat, diindikasikan naiknya jumlah kasus, tersangka, dan kerugian negara akibat korupsi dibandingkan semester I-2009. Laporan ICW menyatakan, pada semester I-2010 terungkap 176 kasus korupsi, 441 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan kerugian negara akibat korupsi Rp 2,1 triliun. Sementara semester I-2009 hanya 86 kasus yang disidik, 217 tersangka, dan kerugian negara Rp 1,17 triliun.

Ada joke yang mengatakan, kalau anda bertemu dengan tiga orang pejabat di Indonesia, maka dua orang merupakan koruptor. Ini menjelaskan bahwa korupsi sudah menjadi persoalan kronis di Indonesia, sudah merajalela dalam segala aspek kehidupan, baik kehidupan birokrasi maupun kehidupan sosial sehari-hari.

Karena itu, menurut kami, pemberian remisi terhadap para koruptor adalah tindakan illegal dan tidak dapat dibenarkan dalam situasi “perang melawan korupsi’. Sebaliknya, pemerintah seharusnya memikirkan sanksi berat bagi koruptor, misalnya hukuman “penjara seumur hidup”. Disamping itu, perlu dipikirkan strategi anti-korupsi yang meluas dan menggerakkan massa rakyat, terutama dalam membersihkan birokrasi negara dari kaum “pencoleng” ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Sirmadji

    Koruptor tidak layak mendapat remisi. Pemberian remisi kepada koruptor kontraproduktif dg komitmen dan perjoangan memberantas sikap perilaku koruptif di Indonesia tercinta.

  • lagi2. tak henti2nya Indonesia melakukan kesalahan fatal dalam hal pemberantasan korupsi. korupsi kan extra ordinary crime, yg jelas2 efeknya berdampak sistemik terutama dalam hal kemanusiaan. berapa ribu manusia yg menjadi korban para korupsi. kq masih diberi remisi koruptor2 busuk itu. hmmm…hukum mati aja para koruptor itu. Jayalah Indonesiaku.

  • Bagus posting tentang Remisi Bagi Koruptor? | Berdikari Online. Saya sangat terkesan dengan waktu dan usaha anda telah dimasukkan ke dalam menulis kisah ini . Aku akan memberikan Anda sebuah link di blog media sosial saya. Semua yang terbaik!