SRMI Tuntut Transparansi Dana Jaminan Sosial Bagi Lanjut Usia

JAKARTA: Seratusan massa serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) mendatangi Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (19/8). SRMI mempersoalkan dana Jaminan Sosial bagi lanjut usia yang diduga dikorupsi oleh Petugas Sosial Masyarakat (PSM).

Menurut koordinator aksi ini, Rahwinda Indah Lestari, seharusnya seorang lansia mendapatkan santunan sebesar Rp 3,6 juta per-tahunnya, tapi banyak diantara mereka yang hanya mendapatkan Rp. 800 ribu per-tahun.

Dalam investigasi mendadak beberapa hari terakhir ini, SRMI menemukan fakta bahwa 12 orang Lansia yg bantuannya diselewengkan oleh oknum Petugas Sosial Masyarakat, catat Rahwinda.

Untuk itu, SRMI menuntut Kementerian Sosial untuk mengambil tanggung jawab atas beberapa kejadian ini, dengan melakukan investigasi langsung dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang diketahui melakukan penyelewengan.

Selain itu, SRMI mendesak agar pemerintahan SBY, melalui Kementerian Sosial bisa menambah anggaran untuk Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) ini menjadi 20% dari anggaran kementerian sebelumnya.

Terkait banyaknya penyelewengan, SRMI juga menuntut agar proses sosialisasi dan penyerahan bantuan ini melibatkan perangkat RT/RW dan organisasi rakyat, supaya tidak lagi ada celah bagi praktik korupsi seperti sekarang ini.

Dalam pertemuan dengan pejabat dari Kemensos, SRMI dijanjikan bahwa tuntutan mereka akan direspon dalam dua atau tiga hari mendatang, dan akan dipertemukan dengan pihak Dinas Sosial Jakarta barat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut