Mahasiswa Laporkan Rektornya Ke Komnas HAM

Lhokseumawe: Perilaku anti-demokrasi Rektor Universitas Malikussaleh membuat geram mahasiswa. Tidak menerima dengan perlakuan otoritarian rektor tersebut, sedikitnya 12 organisasi mahasiswa Unimal melaporkan rektornya ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Kamis (19/8)

Mahasiswa menilai, kebebasan akademik di kampus seolah-olah tidak dihargai, dan ruang gerak mahasiswa untuk berkreatifitas pun dipersempit. Selain itu, rektor juga bermasalah terkait transparansi anggaran Universitas.

“Organisasi mahasiswa yang melancarkan protes dan menuntut transparasi dianggap organisasi illegal. Ini benar-benar tidak demokratis,” ujar mahasiswa.

Menurut M Agam Khalilullah, salah seorang aktivis kampus Unimal,  kebijakan yang keluarkan oleh Rektorat Unimal melalui SK No.661/H45/KM/2009 tentang tata tertip mahasiswa hanya sebagai alat untuk menjerat dan mendiskriminasi mahasiswa yang mengkritisi kampusnya.
Ia mencontohkan, ketia Front Mahasiswa Unimal melancarkan aksi di depan Rektorat, terkait penyelewengan dana MTQ NM XI, rektor Unimal melakukan pemanggilan, pemeriksaan, dan mengancam para aktivis dengan D.O.

Menurutnya, kampus Unimal tidak lagi mendidik mahasiswa dengan benar, sebab ruang demokrasi dan kebebasan sudah dibungkam.

Oleh karena itu, ke-12 organisasi yang sudah melaporkan rektornya di Komnas HAM wilayah Aceh berharap berbagai kasus di atas segera ditindak-lanjuti. “Kami ingin rektor segera meninggalkan perilaku buruknya. Kami ingin kampus menjadi transparan, adil, dan berkelanjutan,” ujar mahasiswa.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut