Ratusan Massa STN Masih Duduki Gedung DPR

Meski sehari ini cuaca Jakarta agak dingin, ratusan petani dari Serikat Tani Nasional (STN) masih bertahan di depan gedung DPR. Mereka mengaku tidak akan bubar sebelum tuntutannya dipenuhi.

Dari pantauan Berdikari Online hingga tengah malam tadi, Selasa (13/12), sebagian  petani memilih berlindung di dalam tenda terpal plastik. Sementara petani lainnya memilih berdiskusi dengan teman-temannya.

Para petani mengaku kesulitan buang air kecil. Sampai tadi malam, pihak kepolisian maupun DPR tidak menyediakan MCK. “Kami sangat kesulitan untuk buang air kecil atau air besar. Kami harus berjalan cukup jauh,” ujar Utut, salah pengurus STN Jambi.

Kami juga tidak melihat adanya mobil ambulance dan tim medis. Padahal, untuk membantu petani yang kondisinya kurang sehat, kehadiran tim medis sangat dibutuhkan.

Meski begitu, para petani mengaku tidak surut untuk berjuang. Mereka mengaku sudah berikrar untuk berjuang di Jakarta hingga ada hasil. “Kami berharap agar DPR merespon tuntutan kami. Tetapi jika hal itu urung dilakukan, maka kami akan bertahan terus di gedung ini,” ujar Abas Suhu, tokoh masyarakat Suku Anak Dalam.

Tadi siang, perwakilan petani diterima oleh Komisi II DPR. Dalam pertemuan itu, pihak Komisi II hanya mengaku sebatas melakukan audiensi dengan petani. Para anggota parlemen ini mengaku belum bisa mengambil keputusan.

Akan tetapi, seorang anggota Komisi II DPR asal partai Gerindra, Mestariyani Habie, justru menyatakan dukungan terhadap perjuangan petani. Ia meminta agar tuntutan masyarakat SAD mengenai status enclave segera dipenuhi.

Sementara politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, yang identik sebagai pembela kaum marhaen, tidak tampak saat pertemuan Komisi II dengan perwakilan petani.

Ahmad Muslimin, salah seorang negosiator petani, berharap agar Komisi II DPR-RI bisa menekan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar berpihak kepada tuntutan para petani. “Setidaknya DPR memanggil pihak BPN dan dipertemukan dengan petani,” ujarnya.

Aksi petani dari STN di depan gedung DPR ini sudah memasuki hari ke-3. Selain para petani, tampak pula aktivis “Duduki Jakarta” dan aktivis Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT). Mereka juga melakukan aksi pendudukan di depan gedung DPR.

Sementara itu, menurut Binbin F Tresnadi, ratusan petani dari Riau sudah berangkat menuju Jakarta. Mereka akan bergabung dengan ratusan massa petani yang sudah terlebih dahulu di gedung DPR.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Bang TBS

    Maju Terus..
    Petani yang berdikari…yg sdh berjuang mengadu nasib untuk anak dan cucu…..LEBIH maju selangkah….
    Bila dibandingkan dengan Transmigrasi yg mengeluarkan biaya dari APBN utk program Transmigrasi….
    Tetapi Petani Mandiri justru di kebiri oleh kaum kapitalis….
    Merdeka