Rakyat Pulau Padang Tetap Melawan PT. RAPP

Tekad rakyat di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, untuk menolak kehadiran PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sudah bulat. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran ribuan rakyat Pulau Padang saat memperingati setahun berdirinya “Tugu Berlawan”, di Simpang Tiga Desa Bagan Melibur, Pulau Padang, Minggu (14/4).

Tugu setinggi 5 meter ini merupakan simbol perjuangan rakyat melawan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. RAPP. “Setahun berdirinya tugu Perlawanan ini adalah bentuk komitmen masyarakat Pulau Padang untuk tetap menolak operasional PT. RAPP di pulau kami ini,” kata Misno, salah seorang tokoh pemuda pulau Padang, sebagaimana dikutip oleh gagasanriau.com.

Menurut Misno, kendati akhir-akhir ini perjuangan rakyat Pulau Padang terus mendapat represi, tetapi tekad rakyat untuk melawan tetap kuat. “Sampai kapanpun tak akan rela kami HTI hancurkan Kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Acara peringatan setahun tugu berlawanan diisi dengan zikir akbar dan doa bersama. Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat hadir dalam acara yang berlangsung sederhana itu.

Perjuangan rakyat di Pulau Padang sudah berlangsung sejak tahun 2009. Berbagai metode perjuangan pun sudah dilakukan, mulai dari aksi massa, aksi pendudukan, hingga aksi jahit mulut.

Pada akhir Januari dan awal Februari lalu, dua tokoh perlawanan rakyat Pulau Padang, yakni Muhamad Ridwan (Ketua Serikat Tani Riau) dan Muis, ditangkap kepolisian.

Hingga hari ini, keduanya masih ditahan oleh kepolisian. Keduanya dituduh melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan pasal 163 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut